Showing posts with label Bogor. Show all posts
Showing posts with label Bogor. Show all posts

September 18, 2016

Biaya Pemasangan dan Kontrol Kawat Gigi / Behel

Memenuhi permintaan salah satu reader, saya mau share tentang biaya pemasangan behel mulai dari persiapan, pemasangan, sampai biaya selama kontrol.

Biaya pemasangan behel ini tentu saja berbeda setiap orang. Tergantung kasus giginya, dokternya, rumah sakitnya dan juga behel yang digunakan.

Kalau teman-teman membaca postingan saya sebelumnya, saya sudah menjelaskan singkat mengenai biaya pemasangan behel. Saya memasang behel di Rumah Sakit Mulia Padjajaran Bogor dengan drg. Andi Herdiana, Sp. Ort (spesialis orthodonti).

Persiapan sebelum memasang behel :

1 Agustus 2015
Saya konsul dengan dokter ortho untuk pemasangan behel. Beliau menjelaskan mengenai biaya, prosedur, proses dan persiapan sebelum memasang behel. Setelah sepakat dengan dokternya, gigi saya dicetak dan di rontgen.
Cetak gigi rahang atas dan bawah : 150.000
Rontgen Panoramic : 150.000
Rontgen Cephalometri non kontras : 160.000
Biaya dokter spesialis, alat, dan pendaftaran : 135.000

Setelah di cetak dan rontgen, dilanjutkan dengan penambalan gigi dengan dokter gigi umum.
Biaya tambal sinar (caries sedang) 1 gigi : 250.000
Biaya dokter gigi, alat dan pendaftaran : 70.000

15 Agustus 2015
Saya melakukan pencabutan dua gigi sekaligus dengan dokter gigi umum dari total 4 gigi yang harus dicabut.
Pencabutan 2 gigi posterior di rahang bawah (gigi 4 dibelakang taring) : 500.000
Biaya dokter, alat dan pendaftaran : 70.000
Obat antibiotik & obat pereda sakit : 178.750 + 87.345

22 Agustus 2015
Pencabutan 2 gigi posterior di rahang atas : 500.000
Kontrol post extractie dan buka jahitan pencabutan gigi sebelumnya : 100.000
Tambal sinar 2 gigi caries kecil : 400.000
Tambal sinar 1 gigi caries sedang : 250.000
Biaya dokter, alat dan pendaftaran : 70.000
Obat kumur dan antibiotik : 113.438 + 178.750

Kenapa gigi sampai ditambal sebanyak 4 gigi? Karena saat pemasangan behel, gigi harus dalam kondisi sehat. Walaupun cariesnya kecil dan tidak terlihat secara kasat mata, giginya tetep harus ditambal.

29 Agustus 2015
Setelah kondisi gigi sudah sehat, tidak ada caries, gigi sudah dicabut 4 gigi untuk memberikan space gigi yang mau ditarik, akhirnya tibalah saat pemasangan.
Biaya behel konvensional : 8.500.000
Biaya alat dan pendaftaran : 42.000
Biaya dokter : free



Kontrol :
26 Sept 2015 : 292.000
17 Okt 2015 : 242.000
7 Nov 2015 : 330.000
28 Nov 2015 : 242.000
9 Jan 2016 : 350.000
30 Jan 2016 : 350.000
20 Feb 2016 : 400.000
12 Mar 2016 : 350.000
2 April 2016 : 246.000
23 April 2016 : 246.000
21 Mei 2016 : 246.000
11 Juni 2016 : 246.000
16 Juli 2016 : 246.000
6 Agust 2016 : 246.000
27 Agust 2016 : 246.000
17 Sept 2016 : 350.000
Total biaya kontrol selama 1 tahun : 4.628.000


Mungkin kalian bingung ya kenapa biaya kontrolnya beda-beda. Normalnya biaya kontrol itu 350.000. Kebanyakan dari biaya kontrol saya kurang dari 350.000 karena saya diberikan FOC (free of charge) biaya dokter. Saya tidak tahu mengenai FOC ini apakah diberikan ke pasien lain juga atau hanya pasien tertentu saja seperti saya. Yang pasti sih, rajin-rajinlah kontrol biar dokternya juga semangat membenahi gigi kamu. Jangan ilang-ilangan setelah gigi sudah rapi. Komitmen dengan diri sendiri dan tuntaskan hingga selesai. Oke?

Kalau saya rangkum menjadi seperti ini :
Persiapan pemasangan behel : 3.363.283
Pemasangan behel : 8.542.000
Kontrol selama setahun : 4.628.000
Total dari persiapan sampai kontrol 1 tahun : 16.533.283

Biaya di atas belum semuanya karena kemungkinan misalnya saya masih harus kontrol selama 1 tahun lagi sampai saya lepas behel, dana yang dikeluarkan kemungkinan kurang lebih 20 juta.

Terakhir kontrol kemarin, saya bertanya ke dokter mengenai biaya pemasangan behel tahun 2016. Ternyata untuk di Rumah Sakit Mulia harganya yang tadinya 8.500.000 sudah naik menjadi 9.500.000. Selama setahun ini naik 1 juta. Katanya, kalau kasus giginya bener-bener ringan masih bisa di angka 8.500.000. Untuk kasus yang agak parah minimal 9.500.000. Dokter Andi praktek di hari Jumat malam dan sabtu pagi jam 10 sampai jam 12 siang.

Selain di Bogor, dokter Andi juga praktek di Rumah Sakit Azra Padjajaran Bogor di hari senin dan selasa. Tapi harganya lebih mahal 500.000 sampai 1.000.000 dari RS. Mulia untuk biaya behelnya. Sedangkan yang paling murah adalah di RS. Marzuki Mahdi. Dokter Andi praktek di hari rabu dan kamis di RS ini, tapi hanya di pagi hari saja. Karena RS pemerintah, harganya 7.800.000 untuk biaya behelnya. Semua kasus sama. Mau parah atau ringan tetap harganya segitu karena di subsidi oleh pemerintah. Tapi ada harga yang harus dibayar karena yang sekolah harus izin dan yang kerja harus cuti serta yang daftar banyak karena murah. Biaya kontrol dan alatnya juga lebih murah pastinya. Tapi, dokternya juga agak sebel. Karena kebanyakan pasien hanya pasang saja di RS. Marzuki Mahdi biar dapat murah. Sedangkan kontrol mereka lebih banyak ke RS. Mulia karena ada jadwal Jumat malam dan sabtu. Harusnya kalau kamu pasang di RS. Marzuki Mahdi, kamu juga harus kontrol di RS itu. Tapi, dokternya juga kadang kasian sama pasien daripada mereka tidak kontrol, lebih baik kontrol tapi beda RS. Cuma, kalian akan di charge dengan biaya lebih mahal. Karena alat yang digunakan untuk kalian itu menggunakan alat dari dokternya sendiri bukan dari RS Mulia. Yang bisa menggunakan alat dari RS Mulia hanya pasien yang memang pasang dari awal di sana. So, kalau dihitung-hitung sebenarnya sama saja. Kamu dapat harga lebih murah saat pasang, tapi akan di charge tinggi setiap kontrol. Dan kontrol itu bukan sekali dua kali tapi puluhan kali. Jadi, kalau kamu cerdas, mungkin akan lebih murah kalau kamu bayar sedikit lebih mahal saat pertama kali pasang dan terjangkau saat kontrol.

Sekarang saya juga agak risih setiap kontrol di RS. Mulia pasien dokter Andi sekarang membludak. Saya harus menunggu sampai 2 jam baru dapat giliran. Beda dengan dulu saya tidak perlu menunggu lama. Mungkin karena sebagian besar pasien dokter Andi sekarang kontrolnya di RS. Mulia. Enjoy ajalah :)



Note untuk bingkisan di atas : Dikasih soevenir dari dokter. Katanya sebagai ucapan terima kasih sudah menjadi pasien paling teladan dan behelnya tidak pernah lepas :) Terima kasih dokter :)

Posted by: caecilia
CS.Com Updated at: September 18, 2016

February 23, 2015

Liburan ke Taman Safari

Minggu lalu yang bertepatan dengan liburan imlek, saya dan keluarga pergi ke Taman Safari untuk mengisi waktu luang.

Harga tiket weekend 150k/dewasa sedangkan untuk anak-anak di bawah 6 tahun 140/anak. Parkir mobil 15k. Dari awal ekspektasi saya dengan Taman Safari biasa-biasa saja. Saya mau diajak pergi ke sana karena saya sebenarnya belum pernah ke sana sebelumnya walaupun saya sudah cukup lama tinggal di Bogor.

Ke Taman Safari sebaiknya bawa mobil. Bawa motor sih boleh saja, tapi tidak boleh masuk. Kalian bisa menggunakan bus Taman Safari yang memang disediakan gratis bagi para pengunjung yang tidak membawa mobil. 

Sepanjang perjalanan menuju ke tempat parkir mobil, kita disuguhi pemandangan hewan-hewan. Dari yang lucu imut-imut, sampai yang buas-buas juga ada. Oh iya, sebaiknya bawa wortel karena nanti hewan-hewannya bertebaran di jalanan yang meminta makan. Kecuali kalau sudah sampai ke habitatnya harimau, singa, dll (yang buas-buas), kita tidak boleh membuka kaca mobil. Kalau binatang seperti kijang, rusa, dkk yang pemakan tumbuhan boleh membuka kaca mobil dan bisa kasih makan juga. Biasanya pada kasih makan wortel. Berhubung kita sekeluarga tidak ada prepare wortel, jadi hanya bengong saja melihat binatangnya, hiks. 

Sekitar 30 menit berkeliling, kami parkir mobil dan langsung menuju arena bermain. Permainannya banyak, pertunjukan hewannya juga banyak. Padahal, saya dan keluarga tiba di sana jam 11 dan pulang jam 6 sore tapi banyak permainan yang belum sempat dicoba dan show yang belum sempat dilihat. Permainan yang saya coba adalah halilintar (tidak seekstrin Dufan, tapi lumayan buat mengagetkan jantung :D). Lalu masuk rumah hantu. Serem sih, tapi mungkin lebih serem Trans Studio Bandung. Kalau di Trans, hantunya itu orang beneran yang bisa muncul kapan saja untuk mengagetkan kita. Kalo yang di Taman Safari kita pakai kacamata 3D dan sudah di setting semua di dalamnya. Bagi yang penakut mungkin bisa teriak-teriak. Nanti akan ada suara yang mengagetkan tiba-tiba, pocong-pocong, dll. Setelah itu kami naik kereta menemani keponakan.

Setelah puas mencoba permainan, kami menonton show. Show pertama yang kami lihat adalah Tiger Show. Tiger-nya 3, dan keeper-nya juga 3 orang. Masing-masing 1 tiger dan 1 keeper. Tiger-nya sudah terlatih dan nurut dengan keeper-nya. Setiap kali diminta melakukan gerakan memangsa, manjat, lompat, mereka bisa melakukannya dan sebagai reward, mereka diberi makan daging oleh keeper-nya. Ada satu keeper lengannya tergores cakaran tiger waktu mereka mencoba menerkam keeper yang membawa makanan di tangan. Ada adegan yang keeper-nya mengangkat tigernya juga. Kalau saya perhatikan, selama pertunjukan show itu, tiger-nya selalu dikasih makan. Saya penasaran, kalau seandainya keeper-nya tidak memberi makan, apa keeper-nya akan diterkam oleh tiger-nya? Yahhh, entahlahh. 

Oh iya, untuk masing-masing pertunjukan berlangsung 30 menit. Untuk itu saya sarankan bagi yang mau melihat semua pertunjukan harus datang lebih awal.

Setelah tiger, kami menonton Cowboy Show. Menurut saya, dari semua pertunjukkan, cowboy yang paling keren. Ceritanya seru, actingnya oke, hewan-hewannya juga sudah terlatih, dan pokoknya kalau kalian ke Taman Safari, Cowboy Show WAJIB ya. Semua orang yang datang ke Taman Safari pasti menonton Cowboy Show ini. Memang sih kalau dibandingkan Cowboy Show yang di Singapore memang lebih oke Singapore. Tapi yang ini juga layak diperhitungkan. 

Terakhir kami nonton Dolphin Show. Kalo yang ini menurut saya biasa saja. Mungkin karena bosan.

Menurut saya, Taman Safari itu recommended untuk dijadikan tempat liburan bersama keluarga, sahabat, atau mungkin bersama pasangan. Harganya worth it kok. Tempatnya juga nyaman, sejuk karena berada di kawasan gunung. Oh, iya. Saya juga sempat foto-foto sama Tiger. Bayar 20k/orang. Harimaunya mengerang terus, salah pegang bisa diterkam nih saya. Tadinya saya mau peluk harimaunya, tapi kok rada serem yah. hahaha. Ini penampakannya :p

Bagi yang mau naik kereta gantung harus bayar lagi 50k. Gila ya, ternyata tidak semuanya free.

Bisa dibilang, saya cukup puas dengan Taman Safari. Mungkin karena ekspektasi saya biasa-biasa saja dan ternyata lebih dari yang saya bayangkan. Kalau dibandingkan dengan Kebun Binatang Ragunan sangat jauh. Harga tiket Ragunan hanya 4 ribu/orang. Membandingkan Taman Safari dan Ragunan itu seperti membandingkan antara Langit dan Bumi.

Bagi yang mau pergi di malam hari juga bisa karena di sana ada khusus Safari Malam yang bisa kita nikmati sampai tengah malam. Kata teman saya lebih keren Safari Malam. Hmm, mungkin next time saya akan coba pergi di malam hari.
Posted by: caecilia
CS.Com Updated at: February 23, 2015
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...