Showing posts with label Health. Show all posts
Showing posts with label Health. Show all posts

August 1, 2018

Lepas Kawat Gigi / Behel dan Pasang Retainer Gigi

Postingan ini adalah kelanjutan dari tulisan sebelumnya tentang proses pemakaian behel saya. Sebenarnya saya sudah lepas behel dari akhir mei 2017. Sudah cukup basi dan maaf sekali lho baru bisa posting sekarang karena berbagai kesibukan selama ini :)

Saya pasang behel itu awal September 2015 dan lepas behel akhir Mei 2017 kalau dihitung berarti 1 tahun 9 bulan saya memakai behel. Cepet ya? Sebenarnya target saya itu 1,5 tahun, tapi ya karena ada satu dan lain hal, kadang sayanya sibuk jadi kontrol agak molor, atau dokternya lagi cuti dan jadwal kita bentrok. Tapi, Puji Tuhan semuanya telah selesai. Dan lucunya, setelah 1 tahun lepas behel kok saya merasa kangen pakai behel ya, hehe. 

Nah, sekarang pasti pada penasaran dengan gambarnya. Beginilah penampakannya.
Sebelum pakai behel

Saat Pemakaian Behel

Setelah 1 tahun lebih lepas behel (Baru Foto). Setahun lalu saya lupa foto :) Tapi masih rapi kan, hehe

Cukup oke? Yang pasti gigi saya jauh lebih baik dari sebelum pakai behel dan dokter sudah mengusahakan yang terbaik untuk gigi saya. Beliau mengucapkan terima kasih dan saya juga mengucapkan terima kasih atas bantuannya. 

Biaya yang saya keluarkan :

1 Agustus 2015
Saya konsul dengan dokter ortho untuk pemasangan behel. Beliau menjelaskan mengenai biaya, prosedur, proses dan persiapan sebelum memasang behel. Setelah sepakat dengan dokternya, gigi saya dicetak dan di rontgen.
Cetak gigi rahang atas dan bawah : 150.000
Rontgen Panoramic : 150.000
Rontgen Cephalometri non kontras : 160.000
Biaya dokter spesialis, alat, dan pendaftaran : 135.000
Setelah di cetak dan rontgen, dilanjutkan dengan penambalan gigi dengan dokter gigi umum.
Biaya tambal sinar (caries sedang) 1 gigi : 250.000
Biaya dokter gigi, alat dan pendaftaran : 70.000

15 Agustus 2015
Saya melakukan pencabutan dua gigi sekaligus dengan dokter gigi umum dari total 4 gigi yang harus dicabut.
Pencabutan 2 gigi posterior di rahang bawah (gigi 4 dibelakang taring) : 500.000
Biaya dokter, alat dan pendaftaran : 70.000
Obat antibiotik & obat pereda sakit : 178.750 + 87.345

22 Agustus 2015
Pencabutan 2 gigi posterior di rahang atas : 500.000
Kontrol post extractie dan buka jahitan pencabutan gigi sebelumnya : 100.000
Tambal sinar 2 gigi caries kecil : 400.000
Tambal sinar 1 gigi caries sedang : 250.000
Biaya dokter, alat dan pendaftaran : 70.000
Obat kumur dan antibiotik : 113.438 + 178.750
Kenapa gigi sampai ditambal sebanyak 4 gigi? Karena saat pemasangan behel, gigi harus dalam kondisi sehat. Walaupun cariesnya kecil dan tidak terlihat secara kasat mata, giginya tetep harus ditambal.

29 Agustus 2015
Setelah kondisi gigi sudah sehat, tidak ada caries, gigi sudah dicabut 4 gigi untuk memberikan space gigi yang mau ditarik, akhirnya tibalah saat pemasangan.
Biaya behel konvensional : 8.500.000
Biaya alat dan pendaftaran : 42.000
Biaya dokter : free

Kontrol Bulanan : 
26 Sept 2015 - 30 Mei 2017 = 32 kali kontrol x @300.000 (rata-rata) =  9.600.000

30 Mei 2017
Biaya diatas belum full lho ya. Setelah janjian dengan dokternya untuk lepas bracket, saya dihadapkan beberapa pilihan yang wajib diambil sebagai syarat untuk lepas behel yaitu Pembuatan Retainer. Retainer tujuannya adalah untuk mempertahankan posisi gigi supaya tetap rapi dan tidak kembali seperti semula setelah pasca perawatan behel selesai dilakukan. Retainer diperlukan sebagai perawatan lanjutan dan berlangsung dalam jangka waktu yang lama. Nasihat dari dokter saya retainer ini harus dipakai setiap malam sebelum tidur selama 1 tahun pertama. Setelah 1 tahun dipakai seminggu sekali saja selama seumur hidup :). So, kalau kalian memutuskan memakai behel, itu artinya kalian teken kontrak seumur hidup dengan retainer ini :)).

Ada 2 jenis retainer yang dokter tawarkan. Pertama, retainer yang berbentuk kawat dimana terdapat lapisan akrilik untuk menyambungkan kawat-kawat tersebut. Retainer tersebut terdiri dari kawat dan plastik yang melekat pada langit-langit dan akan melengkung diatas dan permukaan bagian bawah gusi depan untuk lengkung bawah. Kedua, retainer yang berupa lapisan plastik transparan yang bentuknya sesuai dengan posisi gigi geligi. Retainer ini biasa disebut kawat gigi invisalign atau platik bening. 

Saya pilih retainer transparan karena lebih simple gampang dilepas dan pasang sesuka hati dan bisa dibawa ke mana. Harga paket retainer transparan 2,5 juta (Mei 2017). Setelah diputuskan jenis retainernya, saya harus cetak gigi lagi untuk terakhir kalinya setelah behel dilepas oleh dokternya. Jadi retainer ini akan dicetak sesuai dengan bentuk gigi saya dan akan dibuatkan di lab nya dokter di Jakarta. Waktu pembuatan adalah 2 minggu. Nah, proses ini sebenarnya bikin saya sempet kesel, malasahnya setelah waktu yang dijanjikan 2 minggu itu, ternyata cetak gigi saya yang terakhir itu retak akhirnya dokternya tidak bisa melanjutkan pembuatan retainer. Saat saya datang, beliau akhirnya mencetak gigi saya lagi dan berharap cetakannya bagus lalu saya dikasih no HP beliau agar bisa menghubungi beliau sebelum datang untuk memastikan retainernya sudah jadi. Tapi untungnya, yang kedua kalinya ini tidak ada masalah dan akhirnya jadilah retainer saya seperti ini :



Jadi, total biaya yang saya keluarkan dari awal - sampai pasang retainer itu kurang lebih 24-25 juta. Bisa buat DP mobil, lol. Kalau dihitung-hitung memang mahal, tapi ini berlangsung selama hampir 2 tahun. Jadi uangnya juga tidak langsung keluar segitu. Yang paling berasa adalah saat pemasangan awal dan saat pelepasan karena membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Paling enak adalah saat kontrol karena hanya bayar kurang lebih 300 ribu saja. 

Saran saya sebagai akhir dari tulisan ini, siapkan budgetnya ya sebelum memutuskan menggunakan behel. Jangan sampai behel sudah dipasang dan tidak dilepas-lepas karena kekurangan biaya saat kontrol atau saat pelepasan behel. Sayang waktu dan uangnya. Jangan sia-siakan apa yang sudah kita mulai. 

Semoga bermanfaat ya dan selamat menuju senyum pepsodent :)
Posted by: caecilia
CS.Com Updated at: August 01, 2018

September 18, 2016

Biaya Pemasangan dan Kontrol Kawat Gigi / Behel

Memenuhi permintaan salah satu reader, saya mau share tentang biaya pemasangan behel mulai dari persiapan, pemasangan, sampai biaya selama kontrol.

Biaya pemasangan behel ini tentu saja berbeda setiap orang. Tergantung kasus giginya, dokternya, rumah sakitnya dan juga behel yang digunakan.

Kalau teman-teman membaca postingan saya sebelumnya, saya sudah menjelaskan singkat mengenai biaya pemasangan behel. Saya memasang behel di Rumah Sakit Mulia Padjajaran Bogor dengan drg. Andi Herdiana, Sp. Ort (spesialis orthodonti).

Persiapan sebelum memasang behel :

1 Agustus 2015
Saya konsul dengan dokter ortho untuk pemasangan behel. Beliau menjelaskan mengenai biaya, prosedur, proses dan persiapan sebelum memasang behel. Setelah sepakat dengan dokternya, gigi saya dicetak dan di rontgen.
Cetak gigi rahang atas dan bawah : 150.000
Rontgen Panoramic : 150.000
Rontgen Cephalometri non kontras : 160.000
Biaya dokter spesialis, alat, dan pendaftaran : 135.000

Setelah di cetak dan rontgen, dilanjutkan dengan penambalan gigi dengan dokter gigi umum.
Biaya tambal sinar (caries sedang) 1 gigi : 250.000
Biaya dokter gigi, alat dan pendaftaran : 70.000

15 Agustus 2015
Saya melakukan pencabutan dua gigi sekaligus dengan dokter gigi umum dari total 4 gigi yang harus dicabut.
Pencabutan 2 gigi posterior di rahang bawah (gigi 4 dibelakang taring) : 500.000
Biaya dokter, alat dan pendaftaran : 70.000
Obat antibiotik & obat pereda sakit : 178.750 + 87.345

22 Agustus 2015
Pencabutan 2 gigi posterior di rahang atas : 500.000
Kontrol post extractie dan buka jahitan pencabutan gigi sebelumnya : 100.000
Tambal sinar 2 gigi caries kecil : 400.000
Tambal sinar 1 gigi caries sedang : 250.000
Biaya dokter, alat dan pendaftaran : 70.000
Obat kumur dan antibiotik : 113.438 + 178.750

Kenapa gigi sampai ditambal sebanyak 4 gigi? Karena saat pemasangan behel, gigi harus dalam kondisi sehat. Walaupun cariesnya kecil dan tidak terlihat secara kasat mata, giginya tetep harus ditambal.

29 Agustus 2015
Setelah kondisi gigi sudah sehat, tidak ada caries, gigi sudah dicabut 4 gigi untuk memberikan space gigi yang mau ditarik, akhirnya tibalah saat pemasangan.
Biaya behel konvensional : 8.500.000
Biaya alat dan pendaftaran : 42.000
Biaya dokter : free



Kontrol :
26 Sept 2015 : 292.000
17 Okt 2015 : 242.000
7 Nov 2015 : 330.000
28 Nov 2015 : 242.000
9 Jan 2016 : 350.000
30 Jan 2016 : 350.000
20 Feb 2016 : 400.000
12 Mar 2016 : 350.000
2 April 2016 : 246.000
23 April 2016 : 246.000
21 Mei 2016 : 246.000
11 Juni 2016 : 246.000
16 Juli 2016 : 246.000
6 Agust 2016 : 246.000
27 Agust 2016 : 246.000
17 Sept 2016 : 350.000
Total biaya kontrol selama 1 tahun : 4.628.000


Mungkin kalian bingung ya kenapa biaya kontrolnya beda-beda. Normalnya biaya kontrol itu 350.000. Kebanyakan dari biaya kontrol saya kurang dari 350.000 karena saya diberikan FOC (free of charge) biaya dokter. Saya tidak tahu mengenai FOC ini apakah diberikan ke pasien lain juga atau hanya pasien tertentu saja seperti saya. Yang pasti sih, rajin-rajinlah kontrol biar dokternya juga semangat membenahi gigi kamu. Jangan ilang-ilangan setelah gigi sudah rapi. Komitmen dengan diri sendiri dan tuntaskan hingga selesai. Oke?

Kalau saya rangkum menjadi seperti ini :
Persiapan pemasangan behel : 3.363.283
Pemasangan behel : 8.542.000
Kontrol selama setahun : 4.628.000
Total dari persiapan sampai kontrol 1 tahun : 16.533.283

Biaya di atas belum semuanya karena kemungkinan misalnya saya masih harus kontrol selama 1 tahun lagi sampai saya lepas behel, dana yang dikeluarkan kemungkinan kurang lebih 20 juta.

Terakhir kontrol kemarin, saya bertanya ke dokter mengenai biaya pemasangan behel tahun 2016. Ternyata untuk di Rumah Sakit Mulia harganya yang tadinya 8.500.000 sudah naik menjadi 9.500.000. Selama setahun ini naik 1 juta. Katanya, kalau kasus giginya bener-bener ringan masih bisa di angka 8.500.000. Untuk kasus yang agak parah minimal 9.500.000. Dokter Andi praktek di hari Jumat malam dan sabtu pagi jam 10 sampai jam 12 siang.

Selain di Bogor, dokter Andi juga praktek di Rumah Sakit Azra Padjajaran Bogor di hari senin dan selasa. Tapi harganya lebih mahal 500.000 sampai 1.000.000 dari RS. Mulia untuk biaya behelnya. Sedangkan yang paling murah adalah di RS. Marzuki Mahdi. Dokter Andi praktek di hari rabu dan kamis di RS ini, tapi hanya di pagi hari saja. Karena RS pemerintah, harganya 7.800.000 untuk biaya behelnya. Semua kasus sama. Mau parah atau ringan tetap harganya segitu karena di subsidi oleh pemerintah. Tapi ada harga yang harus dibayar karena yang sekolah harus izin dan yang kerja harus cuti serta yang daftar banyak karena murah. Biaya kontrol dan alatnya juga lebih murah pastinya. Tapi, dokternya juga agak sebel. Karena kebanyakan pasien hanya pasang saja di RS. Marzuki Mahdi biar dapat murah. Sedangkan kontrol mereka lebih banyak ke RS. Mulia karena ada jadwal Jumat malam dan sabtu. Harusnya kalau kamu pasang di RS. Marzuki Mahdi, kamu juga harus kontrol di RS itu. Tapi, dokternya juga kadang kasian sama pasien daripada mereka tidak kontrol, lebih baik kontrol tapi beda RS. Cuma, kalian akan di charge dengan biaya lebih mahal. Karena alat yang digunakan untuk kalian itu menggunakan alat dari dokternya sendiri bukan dari RS Mulia. Yang bisa menggunakan alat dari RS Mulia hanya pasien yang memang pasang dari awal di sana. So, kalau dihitung-hitung sebenarnya sama saja. Kamu dapat harga lebih murah saat pasang, tapi akan di charge tinggi setiap kontrol. Dan kontrol itu bukan sekali dua kali tapi puluhan kali. Jadi, kalau kamu cerdas, mungkin akan lebih murah kalau kamu bayar sedikit lebih mahal saat pertama kali pasang dan terjangkau saat kontrol.

Sekarang saya juga agak risih setiap kontrol di RS. Mulia pasien dokter Andi sekarang membludak. Saya harus menunggu sampai 2 jam baru dapat giliran. Beda dengan dulu saya tidak perlu menunggu lama. Mungkin karena sebagian besar pasien dokter Andi sekarang kontrolnya di RS. Mulia. Enjoy ajalah :)



Note untuk bingkisan di atas : Dikasih soevenir dari dokter. Katanya sebagai ucapan terima kasih sudah menjadi pasien paling teladan dan behelnya tidak pernah lepas :) Terima kasih dokter :)

Posted by: caecilia
CS.Com Updated at: September 18, 2016

August 24, 2016

Hadiah dari Celebrity Fitness

Menjadi member dari Celebrity Fitness memberikan banyak keuntungan bagi saya. Selain dari tubuh menjadi bugar, ada beberapa manfaat lainnya yang tidak banyak diketahui oleh para member. Di sini, saya mau memberikan sedikit informasi bagi rekan-rekan member agar kamu bisa memaksimalkan membership di Celebrity Fitness. 

Coba diingat-ingat pada saat pertama kali kamu join di Celebrity Fitness, apakah kamu pernah mendapatkan undangan untuk join di StarFit Reward? Coba cek email kamu sekarang ya. Kalau ada, kamu tinggal klik di linknya. Atau jika kamu belum mendapatkan undangan untuk join, silahkan klik di link ini untuk join StarFit Reward. Informasi dari consultant saya, untuk member baru otomatis langsung terdaftar di starfit reward ini. Sedangkan untuk member lama, kamu harus mendaftar sendiri di link tadi.

Yang akan saya bahas di sini tentunya bagi member lama yang mau mendaftar di program ini. Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah siapkan kartu membermu dan buka link yang di atas. Setelah link terbuka, tampilannya akan muncul seperti ini :



Jika di lihat dari gambar di atas tidak ada link untuk daftar baru. Hanya tersedia informasi untuk login bagi member yang sudah terdaftar. Nah, untuk daftar, kamu klik bagian "CONTACT US" di bagian menu kanan atas untuk versi desktop. Jika menggunakan versi mobile seperti gambar di atas, kamu bisa klik di bagian tiga baris kotak kosong di kanan atas, lalu akan muncul tampilan seperti ini :



Selanjutnya pilih bagian "CONTACT US" dan isi form di bawah ini:


Nama yang kamu isi harus sesuai dengan nama yang terdaftar di Celfit. Begitupula dengan alamat email dan nomor handphone harus sama dengan data yang kamu isi pada form pendaftaran di Celfit saat kamu join. Club Name sesuaikan dengan club masing-masing, misalnya Teras Kota. Country ganti menjadi "Indonesia". Type of Query pilih "Program Participation". CFP Number adalah nomor ID anggota yang terdapat di kartu member Celebrity Fitness kamu yang terdiri dari 6 angka yang diawali dengan huruf CFP123456 (untuk kartu member saya terdiri atas 6 angka dan tidak menutup kemungkinan ada perbedaan jumlah angka). Description bisa dikosongkan. Tapi jika minta di isi, kamu tulis saja kalimat yang berisi tentang permohonan untuk berpartisipasi dengan program ini dengan bahasa kamu sendiri. Lalu isi Text Verification yang tertera di kotak, kemudian klik "SEND".

Setelah selesai, kamu harus menunggu balasan dari Tim Starfit mengirim kode aktivasi melalui email dan kamu tinggal klik link yang dikirimkan oleh Tim Starfit untuk mengaktifkan account dan silahkan membuat password dengan mengikuti instruksi. Jika langkah tersebut sudah dilakukan, kamu bisa langsung login dengan menggunakan akun yang sudah di validasi oleh Tim Starfit. 

Sebagai reward pertama, kamu akan mendapatkan 2000 poin sebagai member baru. Tapi jika tidak, mungkin kamu kurang beruntung. Memang tidak semua member baru akan mendapatkan reward seperti ini. Nah, selanjutnya kamu tinggal cek saja secara berkala di website ini. Poin kamu akan bertambah dengan sendirinya jika kamu adalah member yang aktif .

Bagaimana cara mendapatkan poin :


Selain dari yang tertera di atas, ada beberapa cara lain untuk mendapatkan poin :
Setiap kali kamu datang ke club = 100 poin
Selama seminggu mengunjungi club 3x kali atau lebih = 100 poin/minggu
Pembayaran on time tiap bulan = 100 poin/bulan
Pembayaran menggunakan Credit Card Visa/Mastercard = 100 poin/bulan 
Merekomendasikan teman join celfit = 5000 poin (poin akan diberikan saat teman kamu resmi terdaftar di Celfit)
Take Up Take Action = 600 poin
Membeli paket Personal Trainee : 
8 Sessions (1 bulan) = 500 poin
8 Tatsujin Sessions (1 bulan) = 500 poin
16 Sessions (2 bulan) = 1500 poin
16 Tatsujin Sessions (2 bulan) = 1500 poin
24 Sessions (3 bulan) = 2000 poin
32 Sessions (3 bulan) = 2500 poin
36 Slim and Shape Sessions (3 bulan) = 3000 poin
40 Sessions (5 bulan) = 3500 poin
48 Sessions (6 bulan) = 5000 poin
56 Sessions (7 bulan) = 5000 poin

Cara mengecek poin yang terkumpul :
Login dengan menggunakan CFP Number. Sebelumnya ganti Country menjadi "Indonesia" dan kode CFP akan otomatis berubah menjadi IDN. Lalu tinggal input seperti ini IDN123456 kemudian masukkan password yang sudah dibuat. Ketika login berhasil akan muncul tulisan ini di home :

HALO ANGEL!
SAAT INI ANDA MEMILIKI 5091 POIN

Untuk menukar poin, klik "Kunjungi Katalog Reward" di bagian bawah kanan dan kamu bisa pilih reward sesuai dengan jumlah poin yang tersedia. Ini pilihannya :


Apa saja yang sudah saya dapatkan selama menjadi member?
Giant Gift Voucher =  1 voucher 50.000k dengan poin 2.594
Gramedia Gift Voucher = 2 voucher 50.000k dengan poin 5.110
Samsung Powerbank = 1 item dengan poin 13.403

Ini Screenshootnya : Biar tidak dikira HOAX!


Power bank nya baru saja saya terima beberapa hari yang lalu.


Hadiah ini diberikan secara cuma-cuma alias FREE or GRATIS dan kamu tinggal duduk manis menunggu barang atau voucher kamu di kirimkan ke alamat yang kamu minta. Tapi tentu saja kamu harus bersabar ya karena waktu pengiriman adalah 28 hari. Bisa lebih cepat dari itu tergantung dari pihak mereka. Kalau kasus saya, untuk voucher akan dikirimkan dalam waktu 28 hari, sedangkan power bank hanya dalam waktu kurang dari tiga minggu.

So, tunggu apalagi guys? Ayo daftar sekarang juga dan rasakan manfaatnya :)
Posted by: caecilia
CS.Com Updated at: August 24, 2016

June 29, 2016

Progress Behelku

Berhubung banyak yang menanyakan perkembangan kawat gigi saya dan permintaan readers juga, ada yang email, ada yang komen *berasa dikejar-kejar* akhirnya saya putuskan untuk share mengenai perkembangannya di tulisan ini. Sebenarnya saya mau posting lagi setelah lepas behel, tapi banyak yang sudah tidak sabar, jadi akan saya posting sekarang.

Pertama kali pasang behel itu akhir Agustus 2015 – saat tulisan ini di publish (29 Juni 2016) berarti sudah 10 bulan ya.

Perkembangan gigi saya itu termasuk cepat. Kalau kalian membaca postingan saya sebelumnya, saya sudah menjelaskan permasalahan gigi saya :
  • Rahang bawah berantakan
  • Rahang atas tumbuh miring ke kiri lumayan parah
  • Gigi taring di rahang atas bagian kiri tidak muncul dan tumbuh di langit-langit mulut. Hanya timbul sedikit di langit-langit mulutnya
  • Gigi 5 di rahang bawah bagian kanan tumbuhnya miring (posisi tidur)

Setelah 5 bulan pasang, before dan afternya bisa kalian lihat di foto di bawah ini. Beforenya itu setelah saya sudah cabut 4 gigi di rahang atas dan bawah kiri kanan. Yang dicabut semuanya gigi 4 (sebelah taring). Perbedaannya cukup jelas ya, rahang bawah sudah mulai rapi, posisinya rahang atas sudah lumayan simetris dan tidak miring ke kiri lagi, taring atas bagian kiri sudah mulai keluar giginya ditarik dari dalem.


Setelah 10 bulan, bisa dilihat di foto di bawah. Karet yang terlihat di kiri dan kanan itu adalah karet elastis untuk menarik gigi ke belakang. Setiap hari saya harus mengganti karetnya dan wajib dipakai terus walaupun sedang makan. Kurang nyaman sebenarnya karena gerakan mulut jadi terbatas. Saya tidak bisa membuka mulut sdengan leluasa dan lebar-lebar karena karetnya pasti akan putus. Yang paling susah adalah ketika menyikat gigi dan makan karena karetnya sering putus saat saya sedang melakukan dua kegiatan tersebut. Karet ini baru mulai dipakai setelah konsul di bulan yang ke-10.




Gigi taringnya sudah mulai turun dan posisinya hampir mendekati sempurna. Masih sedikit miring karena waktu ditarik dari dalam, posisinya agak susah diatur. Sejak bulan ke-6, si gigi taring ini sudah mulai dipasangkan kawat dari luar dan yang di dalamnya di lepas.

Gigi 5 yang posisinya tidur sudah berdiri tegak sejejar sama gigi yang lain. Maaf, untuk gigi 5 saya lupa foto beforenya. Sekarang tinggal menaikan gigi di rahang atas supaya gigi kelincinya bisa sejajar sama gigi disebelahnya dan setelah itu tinggal dirapikan saja semuanya agar simetris (terakhir). Simetris itu pada saat menggigit, posisi gigi atas dan bawah ketemu dan bisa mengunyah dengan sempurna. Kalau untuk space gigi yang bolong karena dicabut 4 gigi sudah hampir tertutup semua. Tinggal ada sedikit lagi space yang harus ditarik di rahang bawah dan sedikit di rahang atas supaya rapat dan tidak renggang.

Mungkin, sesuai prediksi 1,5 tahun bakalan lepas behel kalau progessnya secepat itu. Mudah-mudahan ya. Nanti kalau lepas behel saya pasti akan posting lagi pasti plus gambar before after dengan judul, “Menuju Senyum Pepsodent!” *ehh kayak iklan ya* LOL.

Cepat karena saya kontrolnya 3 minggu sekali. Kalau mau cepat disarankan kontrol 3 minggu sekali.

Kalau ada yang bilang setelah pakai behel posisi rahang berubah, mungkin ada benernya ya. Soalnya sebagian besar teman bilang saya "pangling", agak tirusan, bla bla bla. Mungkin efek pakai behel, posisi giginya berubah dan rahangnya juga ikut menyesuaikan *edisi sotoy* haha. Tapi, saya pribadi memang merasakan perubahannya. Agak berbeda memang.

Saya cukup puas dengan perubahannya dan terima kasih banyak buat dokter Andi. Selama control, dokter Andi selalu memberikan kepuasan atas pertanyaan saya, mau mendengarkan saran dan keluhan saya. Saya bersyukur ditangani oleh dokter Andi yang memang tulus membantu pasiennya dan tidak money oriented.

Oia, next saya akan share berapa dana yang sudah saya habiskan mulai sebelum pasang behel hingga saat ini. Struknya masih lengkap dan selalu saya simpan di satu kotak khusus. Sengaja, biar nanti pada saat lepas behel bisa tahu berapa dana yang sudah saya keluarkan. Mungkin di postingan berikutnya ya.
Posted by: caecilia
CS.Com Updated at: June 29, 2016

August 24, 2015

Pasang Kawat Gigi Part 2

Sabtu kemarin saya kembali ke RS Mulia untuk cabut 2 gigi lagi di sebelah kiri. Proses cabut 3 gigi yang lainnya lancar-lancar saja kecuali gigi yang ini. Dilihat dari hasil rontgen, dokternya bilang harus lebih sabar dengan gigi yang ini. Soalnya gigi yang harus dicabut itu berdempetan dengan gigi 5 dan gigi taring dibelakangnya. Jadi, ruang bagi gigi 4 ini buat keluar tidak banyak. Waktu digoyang rasanya sakit karena bergesekan dengan akar gigi yang lain. Si dokternya berkali-kali menenangkan saya, "Maaf ya mbak. Harus sabar soalnya akarnya berdempetan. Ditarik pelan-pelan kok." Dan setelah berhasil ditarik keluar pelan-pelan, rasanya itu LEGA.

Dr. Mia mengingatkan kalau ada keluhan apa-apa untuk segera konsul sama dia sabtu depan sebelum ke dr. Andi. Dia khawatir dengan gigi atas yang berdempetan sama taring itu. Tapi, semoga saja tidak terjadi apa-apa. Saya diberikan resep obat dan alkohol buat kumur-kumur. Semua permasalahan gigi saya sudah tuntas dan sabtu depannya lagi saya sudah janji dengan dr. Andi buat pasang bracketnya.

Nah, tibalah hari di mana saya harus pasang bracketnya. Bisa dibilang pemasangannya lancar-lancar saja. Waktu dipasang sih tidak terasa sakit yang berarti. Penderitaannya dimulai ketika sudah selesai dipasang. Dan sekarang saya merasakan penderitaan orang yang pakai behel. Bukannya mau menakuti kalian ya, tapi ini benar terjadi lho. Seminggu pertama setelah pakai behel itu saya menderita sengsara. Gigi saya ngilu di mana-mana, sariawan parah ditusuk-tusuk kawat, tidak bisa mengunyah karena kalau kena makanan rasanya beuhhh. Tidak bisa saya ungkapkan dengan kata-kata lagi saking sakitnya. Saya hanya bisa makan yang lembek-lembek saja seperti roti. Itupun dicelupkan ke air dulu biar lembek. Bisa makan bubur dan itupun langsung telen. Tidak boleh makan yang keras-keras kalau anjuran dokter. Gimana mau makan yang keras, mau buka mulut saja sakit apalagi makan. Saya salut lho dengan orang yang pakai behel hanya untuk mengikuti trend.

Harus kontrol sebulan sekali. Tapi kata dokter kalau mau 3 minggu sekali lebih bagus karena nanti hasilnya akan lebih cepat juga. Karena saya orangnya tidak sabaran, mungkin saya akan kontrol 3 minggu sekali. Masalahnya sekarang gigi saya sudah dicabut 4 biji. Susah ngomong apalagi kalau nyengir pasti keliatan gigi saya ompong. Sekarang saya fix tidak bisa senyum. Kalau senyum jadinya aneh, LOL.

Semoga masa adaptasi saya bisa cepat. Saya sudah menginvestasikan waktu, biaya dan tenaga untuk behel ini. Saya harap semuanya bisa berjalan dengan lancar dan saya juga berharap hasilnya ada dan tidak mengecewakan. Amin.
Posted by: caecilia
CS.Com Updated at: August 24, 2015

August 3, 2015

Pasang Kawat Gigi / Behel Part 1

Setelah berbulan-bulan menunda keinginan pasang behel, akhirnya sabtu kemarin saya pergi ke dokter ortho di RS. Mulia Bogor dengan dokter Andi. Saya memilih Rumah Sakit karena lebih terjamin. Saya sudah melakukan survey di google dan ternyata lumayan banyak yang merekomendasikan dr. Andi. Dia praktek di Rumah Sakit Marzuki Mahdi, Azra, dan Mulia. Sebenarnya di Marzuki Mahdi itu lebih murah bracketnya karena Rumah Sakit pemerintah. Tapi prakteknya hanya hari kerja saja. Rumah sakitnya nyaman, bersih, ruang tunggunya nyaman dan pasiennya tidak terlalu banyak.

Karena harus ada 4 gigi yang dicabut, pemasangannya akan dilakukan kira-kira 3 minggu lagi setelah permasalahan gigi saya selesai. Sesuai prediksi, saya yakin ada 4 gigi yang harus dicabut dan saya pun bisa menebak dengan tepat gigi mana yang dicabut. Saya bersyukur gigi taring saya yang tumbuh miring ke dalam langit-langit mulut ternyata masih bisa diselamatkan. Posisinya nanti akan dikembalikan ke posisi seharusnya.

Gigi saya dicetak oleh dokter Andi, lalu langsung diantar perawat ke ruang radiologi buat rontgen. Setelah rontgen, saya kembali dicek dokter Andi. Lagi-lagi saya bersyukur karena tidak ada gigi yang harus dibedah. Biasanya gigi bungsu itu suka tumbuh miring-miring dan untuk mengeluarkannya tidak bisa dicabut begitu saja tapi harus dibedah. Setelah dicek hasil rontgennya, saya dipasangkan ring di sela-sela gigi geraham atas dan bawah biar nanti waktu pemasangan behelnya lebih mudah. 

Kenapa gigi saya sampai dicabut 4 biji? Karena mau memberikan space buat gigi taring kiri, jadinya gigi 4 dicabut. Kalau atasnya cabut otomatis gigi 4 dibawahnya dicabut karena harus simetris. Gigi 4 atas bawah di kanan dicabut juga untuk memberikan space gigi yang mau digeser ke kanan.

Lamanya pemakaian behel berkisar antara 18 hingga 24 bulan kata dr. Andi. Tapi tidak menutup kemungkinan bisa lebih cepat atau lebih lama tergantung kasusnya dan juga tergantung seberapa rajin pasien mengontrol giginya.

Nah, yang paling ditunggu-tunggu pasti biaya berapa sih? Tiap orang tuh beda-beda. Di sini, saya hanya memberikan gambaran umum saja. Untuk kasus gigi saya ini akan menggunakan behel konvensional, behel yang umumnya digunakan. Ada beberapa jenis behel. Ada damon, dan sebagainya. Untuk kasus saya yang kata dokternya tidak parah cukup menggunakan yang konvensional. Damon hanya digunakan untuk kasus yang parah giginya dan harganya dua kali lipat.

Rincian Biayanya :

Cetak gigi : RP 150.000,-

Rontgen panoramic dan cephalometri : Rp 300.000,-

Untuk behel : Rp 8.500.000,- (bayar setelah selesai pasang)

Estimasi untuk biaya cabut 4 gigi : Rp 1.600.000,-

Estimasi tambal gigi : Rp 1.200.000,-

Kurang lebih sekitar 12 jutaan.

Mahal ya? Temen saya shock mendengar biayanya. Katanya dengan harga segitu sudah bisa membeli motor, hahaha.

Saya punya prinsip, kalau menginginkan kualitas yang lebih baik, jangan pelit untuk mengeluarkan biayanya. Toh ini untuk diri kita sendiri dan hasilnya bisa dinikmati seumur hidup. Saya rasa harga segitu worth it. Atau mau pilih yang harganya 3 juta. Ada kok. Banyak malah. Tapi, jangan kecewa dengan hasilnya. Jangan pernah mimpi dengan harga murah bisa mendapatkan hasil yang maksimal.

Saya sempat bertanya kepada dokter Andi kenapa banyak di luar sana pemakaian behel hanya berkisar 3 juta dan sebagian besar teman saya juga hanya berkisar tarif tersebut. Dokter Andi kaget. Katanya untuk RSGM UI saja yang kategorinya itu dokter yang masih magang harganya sudah minimal 6 juta. Tidak mungkin harganya bisa lebih murah dari itu. Kalau lebih murah sebaiknya kalian hati-hati. Kualitas kawatnya bisa dipertanggungjawabkan apa tidak? Dan jangan lupa ya, untuk pemasangan kawat gigi hanya dokter yang bergelar spesialis Orthodonti yang boleh melakukan pemasangan behel.
Posted by: caecilia
CS.Com Updated at: August 03, 2015

July 22, 2015

Ganti Dokter

Biar fair, saya akan melanjutkan cerita saya sebelumnya tentang perawatan di Natasha yang artikelnya laris manis itu. Guys, saya sudah stop menggunakan cream Natasha. Why? Karena setelah dua bulan, saya merasa ada tumbuh bulu-bulu halus di wajah saya. Saya worry dan akhirnya memutuskan untuk stop cream Natasha. Saya tidak tahu apakah semuanya mengalami hal yang sama atau hanya saya saja. Entahlah. Yang pasti saya sudah tidak menggunakan cream dari Natasha lagi. Selama saya menggunakan cream dari Natasha jujur saja wajah saya jadi halus dan jerawatnya juga hilang. Bekasnya pun hilang dalam tempo singkat. 

Saya pindah ke dokter kulit di daerah Cikini. Perbedaannya dengan cream Natasha sangat jauh karena setiap kali mengolesi cream dari Natasha, wajah saya terasa perih dan merah-merah. Wajah seperti terbakar walaupun nanti hasilnya bagus tapi harus menderita dulu. Bahan kimianya saya rasa cukup keras. Terbukti bahwa setiap diberikan resep cream pasti dibarengi dengan cream anti iritasi oleh Natasha. Oleh Natasha saya diberikan cream pagi, malam, toner dan sabun. Sama dokter kulit saya hanya sabun wajah warna pink, serum, cream pagi, cream malam dan cream jerawat yang dipakai hanya di malam hari setelah cream malam.

Dan saya terkaget-kaget waktu saya mengolesi cream dari dokter saya itu. Sama sekali tidak ada efek perih dan wajah saya tidak berminyak menggunakan cream itu. Beda waktu saya pakai Natasha yang membuat wajah saya jadi berminyak. Kata dokternya, saya harus mengolesi cream ke seluruh wajah. Padahal di Natasha saya tidak boleh mengolesi ke bagian sensitif seperti kelopak mata, sudut hidung dan sekitar bibir. Setelah saya tanya, kata dokter tidak apa-apa karena tidak ada pengelupasan. Nah, yang saya pakai di Natasha itu saya harus menderita pengelupasan selama beberapa minggu sampai benar-benar halus. 

Sekarang saya lega karena akhirnya menemukan dokter kulit yang cocok dengan saya. Saya tidak mengatakan Natasha jelek. Hasil akhirnya ya sama kok, sama-sama bagus kalau kitanya rajin perawatan. Hanya prosesnya saja yang berbeda dan saya pribadi sih lebih memilih dokter kulit saya yang menurut saya sangat jauh lebih baik dari Natasha.

Berhubung banyak yang minta alamat dokternya, dan saya tidak sempat membalas email satu-persatu, saya share di sini ya buat kalian semua. Semoga bisa bermanfaat. 

Alamat dokter:
Dr. Dani Djuanda, Sp. KK
Jl. Kramat VII No. 32
Cikini, Jakarta Pusat (di belakang RS. Cikini dan enggak jauh dari stasiun cikini).
No. Telp : 021 - 31924517
Jadwal praktek :
Senin s/d sabtu : 08.00 - 09.30 wib
Senin, selasa, kamis, jumat, sabtu : 17.00 - 19.00 wib
Posted by: caecilia
CS.Com Updated at: July 22, 2015

May 11, 2015

Gigi Taring yang Impaksi

Sabtu kemarin saya pergi ke salah satu Rumah Sakit di Bogor. Rencana awalnya saya mau langsung di operasi. Operasi kecil namanya karena gigi yang impaksi tidak bisa langsung dicabut begitu saja. Sebelumnya saya sudah pernah menulis di postingan yang sebelumnya kalau gigi taring saya yang sebelah kiri atas tidak keluar karena tumbuh sebagian ke dalam langit-langit mulut. Dokter yang di Meridien, beliau memprediksi bahwa gigi ini tidak bisa di ortho (kawat gigi/behel) karena tumbuhnya ke langit-langit mulut. Yang biasanya bisa ditarik itu adalah gigi taring yang gingsul yang tumbuhnya di atas gusi. Saya tidak begitu yakin dan akhirnya saya browsing-browsing lagi. Setelah baca, memang katanya tidak semuanya gigi taring itu bisa diselamatkan dengan behel. Kondisi gigi yang horizontal biasanya memang jalan satu-satunya itu harus di operasi.

Setelah browsing sana-sini, saya akhirnya pergi ke dokter spesialis bedah mulut di RS. PMI Bogor. Untuk kasus impaksi gigi ini tidak bisa dikerjakan oleh dokter gigi biasa. Saya pilih RS. PMI karena dekat dengan rumah. Di sana, bisa pilih mau ke Poliklinik Afiat atau Poliklinik Reguler. Yang Afiat lebih mahal tarifnya. Yang Reguler lebih murah. 

Karena untuk biaya operasi gigi ini pastinya mahal bisa jutaan, akhirnya saya pilih yang reguler saja. Poliklinik Afiat letaknya di depan. Tempatnya lebih bersih, nyaman, dan tentunya lebih sepi karena lebih mahal. Saya sempat bingung karena kesulitan menemukan poliklinik reguler. Ternyata letaknya di pojokan. Dan orangnya sangat crowded. Tempat duduk yang disediakan penuh semua hingga yang bediri dan duduk di lantai juga banyak. Kenapa di poliklinik reguler ramai? karena di sini menerima BPJS juga. Yang Afiat tidak. Pantess! Saya sebelumnya juga mempertimbangkan untuk menggunakan BPJS. Tapi, setelah saya baca-baca, pelayanan yang pakai BPJS dengan yang tidak pakai BPJS itu berbeda. Belum lagi kalau pakai BPJS itu harus ke puskesmas dulu, baru minta rujukan ke RS. Terus ditambah lagi prosedurnya yang ribet. Suruh ke sana sini, fotokopi ini itu, dan katanya ngantrinya itu bisa berjam-jam kalau pakai BPJS. Makanya saya memutuskan untuk mengantri pendaftaran dokter di loket 1 (loket umum). Tidak lama karena hanya beberapa orang saja.  Dan ketika saya menoleh ke antrian bpjs, tersedia beberapa loket dan penuh. 

Ketika tiba giliran saya dipanggil, saya diperiksa disuruh tiduran oleh dokternya. Setelah itu kami mengobrol biasa. Dia bertanya apakah saya ada niat mau di ortho? Kalau mau di ortho tidak perlu dicabut. Kalau tidak mau di ortho, harus di operasi kecil. Tidak bisa dicabut begitu saja karena tertanam di langit-langit mulut. Kalau seandainya di ortho, dokternya bilang itu bisa ditarik dan sebagai gantinya gigi lain yang dicabut. Gigi taring itu gigi estetik yang sebaiknya dipertahankan. 

Dari awal saya memang ada keinginan untuk perawatan orthodonthi (behel/kawat gigi). Dokternya juga menyarankan agar gigi saya sebaiknya di ortho, jadi tidak perlu dikorbankan gigi taring ini. Dia menyarankan untuk pergi ke dokter spesialis ortho biar nanti perawatannya bisa maksimal. Dokternya baik, bisa diajak konsultasi, ramah dan tidak seperti dokter yang lain yang maunya buru-buru mengusir pasien keluar. Perawatnya juga ramah. Beda dengan petugas loket yang di depan yang semuanya memasang tampang jutek. 

Oh iya, untuk biaya operasi kecil itu 2,5 juta. Dokternya malah menganjurkan saya untuk daftar BPJS saja biar nanti tidak perlu bayar kalau memang giginya mau di operasi. Tapi harus mengantri operasinya dan dia  memperlihatkan list pasien yang mau operasi gigi. Bisa dapat giliran bulan Juni katanya. 

Setelah konsultasi selesai, saya mendapatkan pencerahan. Memang seharusnya saya itu konsul dulu ke dokter ortho bukannya langsung pergi ke dokter bedah. Yaaa sudahlah. Saya hanya membayar biaya dokter 50 ribu dan biaya daftar 25 ribu. Setelah itu pulanglah saya dengan perasaan lega :))

Posted by: caecilia
CS.Com Updated at: May 11, 2015

Biaya Perawatan Saluran Akar (Saraf)

Guys, di sini saya mau melanjutkan cerita saya tentang Perawatan Saluran Akar Gigi 47 selama 1,5 bulan. 

Total 5 kali kunjungan. 

Kunjungan pertama  dan kedua bisa kalian baca di postingan sebelumnya. Saya tidak akan mencantumkan linknya. 

Kunjungan ketiga : 

Saraf gigi saya sudah dalam kondisi mati. Waktu di bor dan dicolok-colok oleh dokternya sudah tidak terasa sakit sama sekali. Kata dokternya perkembangannya cukup bagus. Karena banyak yang masih suka ngilu ditahap ini. Nah, di sini gigi saya dibersihkan sampai ke akar-akarnya dan dikasih obat. Biayanya 400k. Diminta balik seminggu lagi.

Kunjungan keempat : 

Mengulang proses yang sama seperti kunjungan ketiga. Bedanya yang ini dikasih tambalan sementara yang bentuknya pasta dan diminta balik 2 minggu lagi. Biayanya 350k.

Kunjungan kelima :

Akhirnya gigi saya ditambal permanen dengan bahan tambalan GIC + R. Komposit. Biayanya 500k.

Total biaya perawatan saluran akar gigi geraham saya (gigi 47) ini menghabiskan biaya sebesar Rp 1.650.000,- untuk 1 gigi selama 5 kali kunjungan dengan total waktu 1,5 bulan.

Selain gigi 47, saya juga tambal permanen gigi 26 yang bisa langsung dikerjakan dalam 1 kali kunjungan karena bolongnya kecil. Biayanya 400k. 

So, biaya yang saya habiskan untuk perawatan gigi di Meridien Dental Clinic sebesar Rp 2.050.000,- Nyesek yah. Ini belum sama yang saya berobat di RSGM UI dan juga RS. PMI. 

Secara keseluruhan, saya puas sih dengan pelayanan di sini. Mbak-mbaknya semuanya ramah, dokternya juga baik. Tempatnya nyaman, bersih. Bisa buat perjanjian dan nanti juga diingatkan oleh mbaknya di hari H. Tidak perlu mengantri lama karena kita masuk sesuai jam yang kita jadwalkan sebelumnya. Kalaupun harus menunggu paling sebentar saja. Yang membuat saya keberatan hanya satu. MAHAL. Tapi harga berbanding lurus dengan pelayanannya. 

Oh iya, biaya ini jangan dijadikan patokan ya. Setiap kilnik, RS, atau bahkan di tempat praktek pribadi yang di rumah juga harganya pasti beda-beda. Semakin bagus kualitasnya akan semakin mahal tentunya. 

Kalau mau murah, saran saya pergi ke RSGM UI yang di Salemba. Tapi harus sabar karena ini yang mengerjakan mahasiswa UI dan hanya hari kerja saja. Terus kalau mau murah dan kualitas masih bisa dipertanggungjawabkan pergi ke RS Pemerintah. Tapi jangan heran kalau petugasnya agak jutek dan mengantrinya lama. Semakin murah semakin ramai yang pergi, right? 
Posted by: caecilia
CS.Com Updated at: May 11, 2015

March 30, 2015

Perawatan Saluran Akar Part 2

Jumat kemarin, saya kembali lagi ke dokter gigi yang di Merdien untuk perawatan minggu kedua. Selama seminggu ini memang saya tidak ada keluhan dan tidak ada sakit sama sekali. Tapi ketika gigi saya dibor, masih terasa sedikit ngilu. Oleh dokternya akhirnya saya diberikan obat yang lebih keras dari minggu lalu untuk mematikan syarafnya. 

Setelah itu gigi saya kembali ditambal sementara dan terasa nyut-nyutan. Oh iya, saya juga konsultasi mengenai gigi taring saya yang kiri atas tumbuh ke dalam gusi. Saya pikir dokternya sudah mengetahui kondisi gigi taring saya itu. Ternyata setelah saya tanya, dia baru mengecek dan baru menyadari bahwa ada gigi taring saya yang tidak muncul. Saya bertanya apakah gigi ini bisa diselamatkan dengan behel. Katanya tidak bisa karena yang tumbuh keluar hanya sedikit saja. Dan saya harus ke dokter bedah mulut untuk mencabut giginya. Jadi tidak bisa dicabut begitu saja dan harus dilakukan operasi kecil untuk mengeluarkan giginya yang tertanam di gusi. 

Saya masih antara yakin dan tidak yakin dengan jawaban dokternya. Untuk memastikan saya akan konsul dengan dokter ortho. Kalau seandainya memang tidak bisa dikembalikan posisinya, saya worry kalau gigi taring di bawahnya juga harus dicabut demi kepentingan pemasangan behel nantinya.

Dokter gigi saya ini juga memasang behel lho ternyata. Saya iseng bertanya mengenai harganya. Sekitar 8 - 12 juta. Tapi kalau untuk kasus saya tidak mungkin 8 juta katanya. Woww banget yah. Padahal dia bukan dokter ortho tapi kok tarifnya sama kayak dokter ortho.Tapi terserah juga sih toh saya mau memasang dengan dokter ortho bukan dokter gigi umum.

Perawatan saluran akar kedua tarifnya masih sama seperti minggu lalu yaitu 200k. Total yang sudah saya habiskan untuk perawatan gigi selama sebulan ini sebesar 1 juta rupiah. Makanya guys, saya ingatkan lagi ya, sebelum gigi kalian harus memakan biaya lebih banyak, sebaiknya tuntaskan permasalahan gigi kalian di dokter gigi secepatnya dan rajin-rajinlah merawat gigi mulai sekarang.
Posted by: caecilia
CS.Com Updated at: March 30, 2015

March 22, 2015

Perawatan Saluran Akar Part 1

Hari Jumat kemarin, saya pergi ke dokter gigi lagi. Tapi kali ini saya tidak pergi ke RSGM FKG UI karena jauh dan akhirnya memilih yang dekat kantor. Namanya Meridien Clinic. Kesan pertamanya, nih clinic oke juga. Bersih, nyaman, mewah, elegan. Dokter yang praktek kebetulan cewek dan dia ditemani dua asisten cewek dan cowok. Saya diminta tiduran dan dokternya menanyakan ada keluhan apa.

Saya jawab, "gigi berlubang, dok."

Gigi saya yang berlubang tinggal satu yang belum dilakukan penambalan. Sebelumnya gigi 36 sudah ditambal oleh mbak mahasiswa di UI. Sekalinya diperiksa sama nih dokter, katanya gigi saya yang berlubang bukan cuma satu. Saya sampai heran karena yang terlihat oleh mata saya hanya satu.

Dokternya bilang, "Memang ga keliatan tapi kalo ditusuk pake alat ada lubangnya. Ini coba kamu liat, saya tusuk begini nyangkut nih alatnya." Benar ada yang nyangkut dan memang berlubang tapi saya tidak paham lubangnya ada di mana. Dokter bilang harus ditambal walaupun masih kecil. Kalau dibiarkan nanti bisa semakin besar. Ya sudah akhirnya saya langsung minta dokter tambal permanen hari itu juga. Di bor sebentar, di sinar, dan selesai.

Nah, gigi bagian bawah yang bermasalah itu, dia sebelumnya bertanya pada saya,  "ada keluhan pusing, sakit kepala, atau sakit sampai nyut-nyutan?" Jawaban saya tidak pernah. Paling dulu pernah ngilu kalau kena makanan kalau sedang mengunyah. Makanya sekarang saya mengunyah menggunakan gigi kiri saja. Mendengar keluhan saya, dokter bilang harusnya langsung bisa ditambal permanen. Di bor sama dia. Tapi kok saya merasakan ngilu. Karena melihat saya mulai ngilu, dokternya bilang sudah kena syaraf dan harus perawatan saluran akar dulu selama 4-5 kali kunjungan. Persis seperti kata dokter dan mbak mahasiswa di UI. Gigi saya ternyata harus perawatan saluran akar.

Saya diberikan obat di gigi dan ditambal sementara dan balik lagi seminggu kemudian. Dokternya juga heran, kasus yang kena syaraf gitu biasanya kalau di bor itu sampai teriak-teriak saking sakitnya dan sering mengeluh pusing, sakit kepala. Sedangkan saya tidak pernah ada keluhan dan bahkan seumur hidup belum pernah merasakan yang namanya sakit gigi.

Waktu bayar saya agak kaget. Tambal sementara gigi 47 seharga 200k. Tambal R. Komposit gigi 26 adalah 400k. Saya tidak bawa cash dan untungnya saya bawa CC. Mahal ya. Tapi memang sih keliatan nih dokternya rapi kerjanya. Mungkin karena faktor tempat juga ya. BSD mana ada yang murah? 

Kembali ke masalah gigi. Sebaiknya, sebelum gigi kalian harus mengeluarkan uang yang lebih banyak, lakukan perawatan gigi kalian mulai sekarang. Rajin-rajin bersihkan karang gigi, periksa gigi setiap 6 bulan sekali. Belakangan ini saya konsen dengan masalah gigi dan saya mau berkomitmen mulai sekarang harus rutin ke dokter gigi setiap 6 bulan daripada nanti saya harus mengeluarkan yang lebih banyak lagi karena gigi rusak dan parahnya lagi harus dicabut. 

Dulu itu saya takut ke dokter gigi karena mendengar keluarga, teman, saudara yang cerita kalau cabut gigi, tambal dan segala yang dikerjakan dokter itu sakit. Bahkan sampai ada yang menangis dan teriak. Saya sendiri sudah ditambal dua gigi permanen dan tidak merasakan sakit yang berarti. Harusnya kalau giginya masih sakit tidak boleh langsung di bor. Perawatan dulu sampai tidak terasa sakit, baru nanti di bor dan kamu tidak akan merasakan apa-apa saat di bor. Makanya, mulai sekarang hilangkan image kalau ke dokter gigi itu menakutkan. Trust me😊
Posted by: caecilia
CS.Com Updated at: March 22, 2015

March 10, 2015

Perawatan Gigi di RSGM FKG UI (Part 2)

Kalau mau baca perawatan sebelumnya silahkan scroll. Saya tidak akan mencantumkan linknya.

Tanggal 9 Maret 2015 saya kembali ke RSGM FKG UI untuk kedua kalinya. Sebelumnya, saya sudah janjian dengan mbak yang menangani saya beberapa hari sebelumnya agar mbaknya bisa booking dental unit untuk saya. Maklum ya dental unitnya terbatas.
Ketika tiba di RSGM UI jam 8 pagi sesuai janji, saya langsung diajak masuk dan diminta tiduran di dental unit yang sudah di booking atas nama saya. Mbaknya melepas tambalan sementaranya. Gigi geraham saya yang sebelah kanan terasa sangat ngilu ketika tambalan sementaranya dibuka.

Mbaknya curiga kalau gigi geraham kanan itu sudah terkena saraf. Untuk memastikan saya diminta rontgen dan minta surat pengantar dari dokter gigi di depan dan harus dikerjakan oleh dokter gigi yang mengambil spesialis dibidang konservasi dilantai dua. Yang bisa dikerjakan oleh mbaknya hanya gigi 36 di kiri. Yang kanan tidak boleh karena itu gigi paling belakang. Harus yang lebih ahli katanya. 

Gigi saya mulai dibersihkan dan di bor. Tidak sakit hanya sesekali terasa ngilu. Dan prosesnya itu lama. Yang membuat lama itu karena setiap kali mbaknya selesai bor harus di foto dulu, lalu dia harus mencari dokternya dulu minta acc. Dan si dokternya yang biasanya stand by di ruangan itu ternyata sedang meeting. Makanya saya lumayan lama menunggu si mbaknya bolak-balik. Jadi kalau dokternya bilang belum bersih, mbaknya bor gigi saya lagi, foto lagi, minta acc lagi, balik lagi. Sampai tak terhitung lagi banyaknya mbaknya bolak balik. 

Mbaknya minta maaf berkali-kali ke saya, katanya dia harus menunggu dokternya di luar ruangan karena dia tidak boleh mengetok ruangan itu saat ada meeting. Jadi dia hanya menunggu saja sampai dokternya keluar.

Setelah proses ngebor gigi saya yang memakan waktu sampai jam 1 siang, akhirnya dilanjutkan dengan menambal. Proses menambal pun tidak semudah yang saya kira. Ada beberapa tahap. Harus dilapisi dulu untuk melindungi saraf. Lalu di foto lagi dan minta acc berkali-kali lagi hingga akhirnya di approve oleh dokternya untuk dilanjutkan dengan proses menambal.

Oia,  lampu tempat mbaknya booking dental unit untuk saya itu tidak menyala. Akhirnya dia meminta bantuan temannya untuk menyenter gigi saya dengan lampu hp. Itu adalah salah satu kendala yang menghambat mbak ini mengerjakan gigi saya. Si mbaknya bilang di sini serba keterbatasan. Mbaknya tapi kreatif. Dia membawa sendiri alatnya.

Kamu bayangkan saja satu alat dipakai ramai-ramai bersama dengan pasien yang lain. Kalau disterilkan dulu sih oke. Tapi saya perhatikan tidak ada proses steril. Dan alat di sana itu sudah jelek, keliatan kotor, berantakan, dan tidak terurus. Semuanya serba terbatas. Bukti nyata kalau pemerintah itu tidak care dengan pendidikan kedokteran.

Bagi yang mau berobat ke sana, kalau kalian mengejar waktu dan tidak sabar, sebaiknya jangan ke sana.

Saya rencananya tidak akan ke sana lagi. Kapok. Capek kalau yang mengerjakannya harus bertanya terus ke dokternya. Yang seharusnya setengah jam bisa selesai malah jadi seharian seperti kasus saya. Dari pagi jam 8 sampai jam 3 sore baru selesai untuk satu gigi saja. Dan itupun belum sampai tahap pemolesan. 

Posted by: caecilia
CS.Com Updated at: March 10, 2015

March 2, 2015

Perawatan Gigi di RSGM FKG UI (Part 1)

Beberapa hari yang lalu saya perawatan gigi di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) FKG UI. Tadinya saya mau scalling saja di klinik gigi dekat rumah. Tapi, setelah saya pikir-pikir lagi, saya mau merawat gigi secara keseluruhan.

Setelah browsing sana-sini, saya akhirnya menjatuhkan pilihan di RSGM FKG UI. Saya berangkat dari Bogor pagi-pagi dan tiba di sana sekitar jam 8. RSGM ini bukanya dari Senin -Jumat, Jam 8 sampai jam 1 siang. Sebaiknya datang pagi-pagi agar pelayanannya bisa maksimal. 

Oh iya, kalau mau bertanya ke satpam atau orang-orang di sana, bilangnya FKG ya. Soalnya saya bertanya letak RSGM malah diunjuk RSCM yang letaknya memang berdekatan.

Setelah daftar, saya menunggu giliran diperiksa oleh dokter giginya. Sekitar 30 menit, tibalah giliran saya. Setelah di periksa, saya dioper ke ruang Integrasi 2 untuk tindakan medis. 

Menunggu sekitar 15 menit, saya dipanggil oleh mbak yang menggunakan almamater biru (mahasiswa kedokteran). Mbak ini memeriksa gigi saya lagi dan kali ini lebih lama. Diperiksa dari ujung ke ujung. Sesekali sambil menulis di kertas medis atas masalah yang dia temukan di gigi saya. 

Dari hasil pemeriksaan itu, ada dua gigi saya yang harus ditambal. Tapi harus bertahap dan tidak bisa sekaligus. Saya juga menanyakan perihal tentang salah satu gigi di rahang atas saya yang tumbuh di langit-langit mulut. Kata mbaknya sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter spesialis Orthodontis dulu apakah giginya bisa dikembalikan ke posisi seharusnya. Itu adalah gigi taring dan kondisi giginya masih bagus. Untuk mengembalikan posisi gigi taring, ada gigi geraham kecil yang harus dicabut karena tidak cukup tempat buat si gigi taring ini. 

Pemeriksaan selesai, dan dilanjutkan dengan scalling lalu tambal sementara untuk dua gigi geraham.

Harga scalling untuk kelas 1 cuma 45 ribu. Fyi, kelas 1 itu paling sedikit karang giginya. Kelas 2 yang lumayan banyak harganya 60 ribu. Sedangkan yang paling banyak karang giginya harganya 75 ribu untuk kelas 3. Dan untuk biaya pemeriksaan secara keseluruhannya cuma bayar 10 ribu saja. Sedangkan untuk biaya tambal sementara ini gratis. Saya hanya mengeluarkan 15 ribu untuk pendaftaran, 45 ribu buat scalling, dan 10 ribu buat pemeriksaan. Totalnya hanya habis 70 ribu.

Di sini, kamu tidak bisa datang ke sana hanya ingin tambal saja, atau cabut aja, atau scalling saja. Semua permasalahan gigi kamu harus diperbaiki dan dituntaskan sampai dalam kondisi sehat karena Rumah Sakit UI itu mementingkan kesehatan Gigi dan Mulut pasiennya.

Setelah selesai, saya pamit sama mbaknya. Kata mbaknya nanti dia akan mengontak saya untuk janjian di minggu berikutnya. Saya sempat bertanya untuk biaya tambal permanen hanya 40 ribu. Harga paling murah sejagat raya, LOL.

Saya juga mengorek tentang biaya pasang behel karena saya ada keinginan untuk menggunakan behel untuk merapikan gigi saya. Untuk biaya pasang behel di dokter mahasiswa yang mengambil spesialis Orthodontis di UI kisaran 6 – 8 juta. Harga segitu sudah yang paling murah juga seharusnya. Kenapa? Karena dokternya ini memberikan pelayanan free. Kita hanya membayar behelnya saja. Dokter gigi spesialis ini rela tidak dibayar karena mereka harus menangani minimal 20 pasien sampai tuntas hingga lulus sebagai dokter gigi ahli orthodontis.

Dan yang jadi pertanyaan saya sekarang adalah banyak beredar pemasangan behel yang murah di bawah 5 juta. Untuk ukuran UI yang dokternya rela tidak dibayar saja harganya minimal 6 juta lho. Kok bisa dokter gigi yang menghabiskan waktu 2-5 tahun untuk mendapatkan gelar Orthodontis mau dibayar dengan harga standar begitu. Biaya dia kuliah saja berapa. Belum lagi peralatannya. Dokter Spesialis Ortho pasti tidak akan menggunakan behel murahan karena itu mempertaruhkan nama baik dia juga.

Saran saya untuk teman-teman yang mau pasang behel, sebaiknya cari tahu dulu tentang dokter ortho kalian. Jangan sampai ada kejadian seperti temen saya yang pasang behel sampai 3x gara-gara giginya kembali berantakan setelah dua tahun lepas behel. Itu karena dia asal-asalan pilih dokter yang penting murah.

Posted by: caecilia
CS.Com Updated at: March 02, 2015

December 24, 2014

Perawatan Wajah di Natasha Skin Clinic Center

Beberapa hari yang lalu saya pergi ke Natasha Skin Clinic Center yang tadinya namanya adalah Natasha Skin Care. Keluhan saya adalah jerawat. Sebenarnya saya itu tidak pernah jerawatan sejak dulu. Tapi entah kenapa beberapa bulan terakhir ini kulit saya jadi mulai muncul jerawat. 

Dokter Natasha memberikan saya resep obat dan cream. Katanya karena masih ada jerawatnya belum boleh di facial tapi hanya boleh perawatan sinar. Saya menolak untuk melakukan perawatan hari itu karena sudah ada janji dengan teman saya. Dokternya berpesan untuk tidak mengenakan bedak apapun apalagi bedak padat karena kandungan kimia di dalamnya lebih berat. Setelah jerawatnya sembuh baru boleh pakai bedak tabur merk apa saja. Selama berobat di Natasha harus stop semua cream dan bedak yang biasa digunakan selama ini.

Biaya yang saya keluarkan :
Cream Pagi : 65.000
Cream Malam : 65.000
Cream anti iritasi : 60.000
Toner : 35.000
Sabun : 65.000
Obat minum dua macam : 192.000

Obatnya itu ada yang diminum pagi dan sore. Untuk pagi ada 30 tablet dan harus dihabiskan dalam 8 hari. Jadi, urutan minumnya 6, 6, 4, 4, 3, 3, 2, 2. Kalau yang malamnya cukup 1 dan diberikan 15 tablet (harus dihabiskan). 

Perubahan saya menggunakan cream itu memang cukup cepat. Jerawat langsung kempes dalam hitungan hari. Tapi ketika saya haid, jerawatnya nongol lagi dan kempes setelah haid selesai. Seminggu pertama menggunakan cream, wajah saya berasa kebakar, perih, merah-merah setelah dioles cream. Akhirnya saya menggunakan cream anti iritasi dulu selama dua hari untuk menghilangkan merah-merahnya dan lanjut lagi menggunakan cream pagi malam setelah merah-merahnya hilang.

Sebulan kemudian, saya konsultasi untuk kedua kalinya dengan dokter Natasha. Saya dianjurkan mengambil perawatan chemical peeling. Bedanya dengan facial adalah, kalau facial itu mengangkat kotoran dari luar. Sedangkan chemical peeling mengangkat kotoran dari dalam dan luar. Manfaatnya adalah untuk menghilangkan flek hitam, mengangkat sel kulit mati dan mencerahkan wajah. Saya mengambil dua perawatan sekaligus hari itu. Chemical Peeling dan perawatan sinar atau lebih dikenal sebagai Infrared. 

Perawatannya memakan waktu dua jam. Bisa berbeda setiap orang. Tergantung komedonya di wajah kamu sebanyak apa. Btw, perawatan saya ini di facialnya sampai ke leher. Kalau perawatannya tidak sampai leher mungkin biayanya bisa lebih murah. Tapi, sebaiknya sampai ke leher facialnya karena kulit wajah kita otomatis akan lebih cerah setelah perawatan dan menggunakan cream. Kalau misalnya wajah dan leher warnanya tidak matching kan aneh juga jadinya. 

Chemical peeling itu sama seperti di facial juga. Komedonya dipencetin satu-satu. Setelah selesai facial, dilanjutkan dengan pengolesan cream chemical peeling oleh dokternya. Ternyata tidak seperih seperti dalam bayangan saya. Hanya ini bedanya antara facial dan chemical peeling. Mahalnya diobat chemical peelingnya. 

Setelah 20 menit, wajah saya dibersihkan lagi, terus pindah ruangan untuk perawatan sinar. Perawatan sinar ini ada macam-macam. Ada yang merah, biru. Kalau saya mengambil yang merah untuk menyembuhkan radang, meremajakan kulit, dan juga mencerahkan kulit. Lamanya 20 menit dan pada saat disinar saya diwajibkan menggunakan kaca mata. Rasanya hangat dan sejujurnya kepala saya agak pusing sedikit setelah selesai penyinaran. Kata mbaknya boleh kena sinar matahari tapi harus stop cream pagi dan malam. Jadi selama dua hari ke depan hanya boleh menggunakan sabun, toner dan cream anti iritasi saja.

Setelah perawatan, wajah saya tidak merah-merah. Wajah jadi terlihat lebih ringan karena komedonya sudah diangkat semua. Kulit jadi lebih bersih tentunya. 

Saya harus membayar 590.000 untuk dua perawatan itu. Tapi karena saya mendapatkan diskon untuk Chemical Peeling dari harga 390.000, disc 25% jadinya hanya membayar 292.500. Perawatan sinar dari harga 200.000 disc 10% menjadi 180.000. Total biaya perawatan saya dari 590.000 mendapatkan disc 117.500 menjadi 472.500 untuk dua perawatan. Tidak terlalu mahal sih kalau menurut saya. Masih terjangkaulah dengan harga segitu. 

Hasilnya sudah terlihat keesokan harinya ketika saya bangun tidur. Hari ini adalah hari keempat, radang di wajah saya  sudah hampir sembuh dan terlihat perubahan yang lumayan bagus dan kulit wajah saya jadi kenyal dan halus saat dipegang. Sayangnya, setelah menggunakan creamnya, saya merasa wajah saya jadi agak berminyak. 

Update 22 Juli 2015 :
Saya sudah stop menggunakan cream dari Natasha. Sudah saya bahas di postingan selanjutnya. Silahkan di scroll.
Posted by: caecilia
CS.Com Updated at: December 24, 2014

October 20, 2014

My Fitness Diary


43 kg - 47 kg!

Percaya atau tidak, tapi itulah kenyataannya. Saya kaget ketika melihat angka di timbangan dan langsung jingkrak-jingkrak, hehe. Untungnya saya tidak salto dari lantai dua yah, lol. Berat badan saya naik 4 kg setelah saya aktif nge-gym selama 4 bulan. Secara keseluruhan, berat saya  sudah hampir ideal. Sepert Fat sudah berada di posisi good 17,1 dan harus dibuat jadi perfect menjadi kurang dari 15. Kalau kata personal trainee saya, berat badan ideal itu tidak berpatokan dengan timbangan, tapi berdasarkan komposisi apa saja di dalamnya. Berat badan yang bagus itu, lemaknya harus sekecil-kecilnya dan diganti dengan massa otot. Saya juga agak amazing. Dulu saya pernah 47 kg dan itu saya terlihat gemuk. Sekarang dengan berat badan yang sama, saya sama sekali tidak terlihat gemuk, tapi lebih berisi.

“Loe nge-gym? Kan loe udah langsing?”
 Pertanyaan yang sering sekali saya dengar belakangan ini dan really really annoying!

Apa yang salah dengan saya yang memang sudah langsing ini melakukan aktivitas nge-gym dengan rutin? Apakah aktivitas nge-gym ini hanya boleh dilakukan oleh orang overweight? Jadi, menurut kalian yang boleh menjalani kehidupan sehat ini hanya boleh dilakukan oleh mereka yang overweight? Dalam pikiran kebanyakan orang, nge-gym itu hanya untuk menguruskan badan. You’re so stupid!

Sungguh saya tidak mengerti mengapa teman-teman saya yang mengetahui saya aktif nge-gym langsung memberikan response seolah-olah saya itu aneh.

“Loe mau bikin badan loe sekurus apa lagi?
Salah satu response teman saya.

As you know ya, di tempat saya nge-gym, 90% dari kami semua itu sudah mempunyai berat yang ideal. Sisanya yang memang over and under. Jadi, kalau kamu heran kenapa saya rajin nge-gym, mungkin kamu akan pingsan kalau pergi ke tempat saya nge-gym. Di sana kamu bisa lihat sendiri bagaimana body orang-orang yang nge-gym apakah mereka over weight dan kamu bisa lihat siapa saja yang datang ke sana.

Alasan kenapa saya aktif nge-gym :

Pertama, saya mau menjalani hidup sehat. Saya itu dulunya sakit alergi parah dan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, saya rajin olahraga dengan cara nge-gym setiap hari dan sekali-sekali saya pergi renang. Dan semenjak saya aktif olahraga, alergi saya tidak pernah kumat lagi dan inilah alasan terbesar saya kenapa rutin olahraga.

Kedua, saya mau mempunyai aktivitas di luar selain di kantor. Saya mau memiliki komunitas dan teman-teman baru. Saya mau mempunyai lingkaran social yang luas dan teman yang banyak. 

Ketiga, saya mau memiliki tubuh yang proporsional. Awalnya memang saya tidak mempunyai pikiran sampai ke situ, tapi karena ada sebagian teman yang mengatakan kalau body saya mulai ke bentuk, saya jadi semakin semangat nge-gym. Sekarang saya aktif Yoga untuk membangun kelenturan tubuh supaya lebih fleksible dan ototnya kencang dan berisi. Jangan berpikir kalau cewek yang rajin latihan beban ototnya bisa jadi seperti Ade Ray. Otot cewek dan cowok itu jelas berbeda.

Selain itu, manfaat yang saya dapatkan lainnya adalah tubuh saya jadi lebih enteng dan tidur jadi lebih pules. Dulu itu saya insomnia dan sekarang sudah sembuh berkat saya sering Yoga. Badan juga terasa lentur, lebih fleksible dan rileks, pikiran tenang, dan mood jadi happy. 

So, buat kamu yang masih heran kenapa saya rutin nge-gym, bagi saya kalian itu "lucu". Memangnya ada yang salah dengan saya yang mau hidup sehat?

Tiba-tiba saya ingat dengan kalimat yang entah pernah baca di mana, “Hidup itu kita yang jalanin, orang yang ngomentarin!” 

Posted by: caecilia
CS.Com Updated at: October 20, 2014

July 10, 2014

Biaya Membership Celebrity Fitness

Ada yang berminat bergabung dengan Celfit? Dipostingan ini saya mau membocorkan biaya menjadi member di Celebrity Fitness. Saya yakin ini akan bermanfaat karena sebelumnya belum ada  yang membahas secara detail.

Sebelumnya saya sudah share mengenai pengalaman saya pertama kali nge-gym di celfit. Juga tentang kelas apa saja yang ada di sana. Silahkan scroll di postingan sebelumnya.

Kemarin saya resmi menjadi member di Celebrity Fitness Teras Kota. Biaya member yang perlu kalian tahu :

Biaya admin 199k. Kalau langsung join first visit bisa gratis admin. Jadi lebih baik ambil first visit ya.

Biaya bulanannya 425k untuk one club. Kalau masih pelajar dan umurnya di bawah 21 tahun biayanya lebih murah 385k. All club 579k (ini bisa dipakai di club Jabodetabek). Untuk VIP yang bisa dipakai di mana saja termasuk luar negeri, harganya 600 lebih. Lupa persisnya berapa. Oia, saya dikasih free 1 bulan oleh marketing saya. Lumayan.

Berapa biaya yang saya bayar untuk pertama kali join?
Admin 199k.
Biaya bulan pertama 425k.
Biaya bulan kedua belas 425k (Jadi dianggap deposit. Jadi nanti di bulan terakhir tidak perlu bayar biaya bulanan kalau seandainya tidak mau lanjut).
Ditotal jadi 1.049k.

Ada beberapa hal yang kamu wajib tahu sebelum tanda tangan kontrak:

  • Minimal keanggotaan selama 1 tahun. Kalau mau batalkan membership selama kurang dari 1 tahun, kamu bakal bayar denda sbb : Dalam 1 – 3 bulan 1.000k, dalam 4 – 5 bulan 500k, dalam 7 – 11 bulan 250k.
  • Cuti keanggotaan boleh. Tapi harus memberi tahu CS sepuluh hari sebelum cuti. Jadi kamu tidak perlu bayar biaya bulanan tapi hanya bayar biaya cuti sebesar 150k.
  • Free Personal Trainer sebanyak 3 kali. 
  • Biaya penanganan dan keterlambatan 50k. 
  • Penggantian ID Card hilang 100k (jangan sampai hilang ya!)
  • Handuk yang hilang atau rusak akibat kelalaian member 100k.
  • Kontrak 1 tahun. Mau berhenti membership harus ada pemberitahuan satu bulan sebelumnya. Kalau kamu stay calm, kamu dianggap tetap melanjutkan member dan kamu tetap dipotong iurannya tiap bulan. Untuk deposit yang bulan ke-12 berlaku mundur sampai akhirnya berhenti dari keanggotaan.
  • Kalau kamu mau berhenti sebelum 1 tahun tapi kamu tidak mau membayar dendanya, kamu bisa transfer membership ke orang lain. Jadi, orang lain tinggal melanjutkan bayar perbulan.

Banyak sekali teman-teman yang tidak tahu mengenai hal-hal sepele di atas. Banyak marketing yang sengaja menyembunyikan hal di atas dan banyak member yang merasa di tipu ketika akhirnya mereka mau berhenti membership. Padahal sebenarnya kamu tidak akan merasa tertipu kalau kamu membaca perjanjian kontrak sebelum tanda tangan di atasnya. Di surat kontraknya dijelaskan semuanya dan memang sangat banyak dan saya sendiri juga malas membacanya. Tapi, untungnya saya banyak bertanya dengan marketing saya, dan marketingnya juga mau terbuka mengenai hal ini.

Nah, yang jelek-jeleknya sudah. Sekarang tinggal yang bagus-bagusnya.
  • Fasilitas oke. Alatnya lengkap. Tempatnya luas 3 lantai. Ada aerobic class lengkap, yoga untuk pemula, hot yoga, cycling (RPM). Lengkap mau jenis yoga apa saja ada, aerobic mulai dari combat, body pump, zumba, seduce, hit back, step intro, dll.
  • Loker gratis dan ruangan lokernya bersih dan nyaman.
  • Handuk dipinjamkan dan bebas mau pinjam handuk berapa kali.
  • Sabun, sampo, hair dryer sudah disiapkan.
  • Toilet bersih.
  • Karyawan, personal trainer, dan instrukturnya ramah-ramah.
  • Ada dispenser (bawa botol minuman saja).
  • Dapat tas dari celebrity fitness.
  • Kalau mau pindah klub BEBAS BIAYA.
  • Bebas datang tiap hari atau sekedar numpang mandi juga boleh kok (yang ini jangan diseriusin ya, hehe).

Update 30 Oktober 2014 :
Please jangan malas membaca comment ya. Jangan sampai yang sudah ditanya, terus ditanyakan lagi. Fyi, biaya yang saya sebutkam di atas itu adalah untuk club yang Express. Express itu lebih murah dari yang regular. Club yang Express setahu saya (Teras Kota, Bogor, Living World, Bintaro, Lippo Karawaci). Kalau salah, mohon dikoreksi. Untuk luar jawa, biaya bulanan lebih murah lagi dari yang Express. Untuk daerah Jakarta, itu semuanya club regular. Jadi, harganya lebih mahal. 500++ biaya bulanannya. Kurang tau persisnya berapa. Tiap club itu beda-beda. Yang daerah Jakarta mungkin fasilitasnya lebih oke lagi. Makanya lebih mahal. So, buat yang daerah Jakarta, jangan ngamuk-ngamuk dulu mungkin harganya memang segitu. Dan bagi yang sudah terlanjur join VIP, bisa downgrade ke one club. Tapi harus menunggu 2 bulan dulu. Harganya nanti di adjust ikut yang one club.

Update 1 Des 2014 :
Mulai dari 1 Des 2014, biaya untuk NEW MEMBER NAIK 10%. Mungkin karena kenaikan BBM, jadinya biaya membernya ikutan naik. Untuk yang old member, tagihan saya masih 425k.

Update 19 Jan 2015 :
Biaya all member per 1 Jan 2015, harganya akan ada adjustment 5 %. Karena tagihan saya yang bulan Januari itu sudah tercatat ditransaksi CC di 25 Desember, untuk bulan Januari saya masih dipotong 425k. Untuk bulan Februari mungkin naik 5%. 425.000 + 21.250 = 446.250 untuk biaya member 2015.

Update 23 Feb 2015 :
Tagihan saya sekarang 446k/bulan. Tadinya saya mau ganti cara pembayaran dari auto credit card, jadi cash. Ternyata setelah saya minta ganti, biaya membernya katanya akan naik 50k. Saya baru tahu lho. Kata CS nya,yang pakai CC itu sudah yang paling murah sejagat member. Ada 3 cara pembayaran :

Auto Credit Card (446k) dan paling murah
Auto Debit Card (446k + 25k = 471k)
In Cash = Jadi kalau misalnya pas jatuh tempo kamu baru datang ke CS, lalu bayar baik itu pakai cash, debit, ato CC, itu itungannya Cash. Harganya 446k + 50k = 496k/bulan.

Buat yang mau member, lebih baik menggunakan CC. Bisa VISA atau MASTERCARD.

Update 22 Juli 2015 :
Tolong jangan promosi atau iklan spam di tulisan ini! Kalau mau promosi silahkan tulis di website masing-masing. Comment yang mengandung unsur promosi yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan tema tulisan ini akan saya hapus. 
Posted by: caecilia
CS.Com Updated at: July 10, 2014

June 26, 2014

Macam-macam Kelas di Celebrity Fitness

Sebelumnya saya sudah pernah posting mengenai pengalaman saya pertama kali fitness di Celebrity Fitness. Nah, kali ini saya mau menulis tentang pengalaman saya ikut kelas Yoga, Aerobic, dan RPM (Cycling).

1. Aerobic Class (Body Combat)

Dari semua jenis Aerobic Class, saya paling menyukai kelas Body Combat. Buat yang belum tahu, Body Combat itu gabungan dari seni bela diri dari seluruh dunia seperti Muay Thai, Taekwondo, Kungfu dan Karate. Kelas ini diiringi musik yang energik sehingga membuat saya lebih bersemangat dalam melakukan setiap gerakannya. Kelas Combat merupakan salah satu kelas terfavorit di Celebrity Fitness dan selalu full peserta.

2. RPM Class (Cycling)

Kelas sepeda ini juga salah satu kelas favorit saya setelah Combat. Kelas ini juga hampir selalu full peserta untuk jam-jam tertentu. Dari semua kelas, RPM adalah satu-satunya kelas yang palling banyak membakar kalori. Tidak percaya? Let’s try. 

3. Yoga Class (Pilates, Hatta, Vinyasa, Basic, Floating)

Ada berbagai kelas Yoga di Celfit seperti Pilates Yoga, Hatta Yoga, Vinyasa Yoga, Floating Yoga, Basic Yoga, dan Hot Yoga. Untuk pemula sebaiknya ikut basic atau hatta yoga terlebih dahulu sebelum mencoba hot yoga karena gerakannya lebih berat. Durasi dari basic yoga biasanya satu jam dan lebih fokus ke teknik dari yoga. Kelas saya rutin ikut adalah adalah Basic, Hatta, Vinyasa dan Hot Yoga. Hot Yoga sebenarnya sama saja dengan Yoga yang lainnya. Cuma durasinya lebih lama sekitar 90 menit dan suhu ruangan diatur lebih panas.

Yang saya rasakan  setelah ikut Yoga, tubuh saya terasa lebih lentur. Saya sudah bisa melakukan gerakan mencium lutut tanpa kesulitan yang berarti bahkan tanpa rasa sakit. Otot-otot semuanya ikut bekerja di kelas yoga ini. So far, saya senang dengan kelas yoga.


4. Body Pump (Aerobic Class)

Selain Combat, saya juga suka kelas Body Pump. Pernah angkat beban? Atau pernah lihat barbel? Nah, di kelas body pump inilah kamu akan mengangkat beban. Durasinya 1 jam dan di kelas ini akan membentuk otot tubuh kita. Bebannya bisa diatur sesuai kemampuan. Biasanya untuk pemula bebannya masih menggunakan barbel 5 kg untuk cewek, sedangkan cowok menggunakan beban 10 kg untuk pemula. Setelah sudah cukup kuat dan cukup sering mengikuti kelas ini, kamu bisa menambah bebannya sesuai dengan kemampuan masing-masing. 

5. Body Hit (Aerobic Class)

Saya tidak terlalu suka ikut kelas ini. Body Hit itu berpasangan. Gerakan tinju sama seperti Body Combat. Bedanya, kelas ini berpasangan. Satu tinju, satu lagi menahan beban. Tapi, kelas ini agak sepi jadi berasa private.

Overall, saya suka dan betah di Celfit. Memang lebih ramai kalau fitness-nya malam hari ketika orang pulang aktivitas. Instrukturnya juga baik dan ramah kok. Kalau membernya ada yang ramah, ada juga yang cuek bebek, ada yang jutek, ada yang sombong, dan yang caper juga ada.

Recommended buat yang memang mau membentuk otot atau cuma sekedar lifestyle saja. Tapi, hati-hati ya pilih tempatnya. Karena saya baca di website banyak yang kurang puas dengan pelayanan Celfit. Kalau di club saya sudah oke. Front Desk juga ramah, security ramah, marketingnya juga ramah sejauh ini, instruktur dan PT-nya ramah.  

Manfaatnya banyak walaupun baru 3 minggu saya nge-gym. Saya jadi lebih kuat push up lebih dari 20 kali tanpa berhenti. Artinya, otot lengan saya sudah mulai kenceng. Saya juga lebih kuat di kelas RPM. Biasanya baru mulai saja saya merasa sudah mau pingsan, lol. Dan yang paling penting saya merasa lebih happy sekarang. Memang bener lho olahraga itu bisa menghilangkan stress. Tubuh saya lebih rileks dan terasa ringan. Dan biasanya saya susah tidur malamnya. Dan sekarang insomnia saya sudah sembuh. Buat cewek yang mau mempercantik kulit juga bisa. Olahraga itu memicu pertumbuhan kolagen yang fungsinya untuk meregenerasi sel kulit baru. Nanti yang jerawatan bisa bersih kulitnya. Tapi tidak instant lho ya. Butuh ketekunan untuk hasil yang lebih baik.                                                                                                                 
Posted by: caecilia
CS.Com Updated at: June 26, 2014
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...