August 3, 2015

Pasang Kawat Gigi / Behel Part 1

Setelah berbulan-bulan menunda keinginan pasang behel, akhirnya sabtu kemarin saya pergi ke dokter ortho di RS. Mulia Bogor dengan dokter Andi. Saya memilih Rumah Sakit karena lebih terjamin. Saya sudah melakukan survey di google dan ternyata lumayan banyak yang merekomendasikan dr. Andi. Dia praktek di Rumah Sakit Marzuki Mahdi, Azra, dan Mulia. Sebenarnya di Marzuki Mahdi itu lebih murah bracketnya karena Rumah Sakit pemerintah. Tapi prakteknya hanya hari kerja saja. Rumah sakitnya nyaman, bersih, ruang tunggunya nyaman dan pasiennya tidak terlalu banyak.

Karena harus ada 4 gigi yang dicabut, pemasangannya akan dilakukan kira-kira 3 minggu lagi setelah permasalahan gigi saya selesai. Sesuai prediksi, saya yakin ada 4 gigi yang harus dicabut dan saya pun bisa menebak dengan tepat gigi mana yang dicabut. Saya bersyukur gigi taring saya yang tumbuh miring ke dalam langit-langit mulut ternyata masih bisa diselamatkan. Posisinya nanti akan dikembalikan ke posisi seharusnya.

Gigi saya dicetak oleh dokter Andi, lalu langsung diantar perawat ke ruang radiologi buat rontgen. Setelah rontgen, saya kembali dicek dokter Andi. Lagi-lagi saya bersyukur karena tidak ada gigi yang harus dibedah. Biasanya gigi bungsu itu suka tumbuh miring-miring dan untuk mengeluarkannya tidak bisa dicabut begitu saja tapi harus dibedah. Setelah dicek hasil rontgennya, saya dipasangkan ring di sela-sela gigi geraham atas dan bawah biar nanti waktu pemasangan behelnya lebih mudah. 

Kenapa gigi saya sampai dicabut 4 biji? Karena mau memberikan space buat gigi taring kiri, jadinya gigi 4 dicabut. Kalau atasnya cabut otomatis gigi 4 dibawahnya dicabut karena harus simetris. Gigi 4 atas bawah di kanan dicabut juga untuk memberikan space gigi yang mau digeser ke kanan.

Lamanya pemakaian behel berkisar antara 18 hingga 24 bulan kata dr. Andi. Tapi tidak menutup kemungkinan bisa lebih cepat atau lebih lama tergantung kasusnya dan juga tergantung seberapa rajin pasien mengontrol giginya.

Nah, yang paling ditunggu-tunggu pasti biaya berapa sih? Tiap orang tuh beda-beda. Di sini, saya hanya memberikan gambaran umum saja. Untuk kasus gigi saya ini akan menggunakan behel konvensional, behel yang umumnya digunakan. Ada beberapa jenis behel. Ada damon, dan sebagainya. Untuk kasus saya yang kata dokternya tidak parah cukup menggunakan yang konvensional. Damon hanya digunakan untuk kasus yang parah giginya dan harganya dua kali lipat.

Rincian Biayanya :

Cetak gigi : RP 150.000,-

Rontgen panoramic dan cephalometri : Rp 300.000,-

Untuk behel : Rp 8.500.000,- (bayar setelah selesai pasang)

Estimasi untuk biaya cabut 4 gigi : Rp 1.600.000,-

Estimasi tambal gigi : Rp 1.200.000,-

Kurang lebih sekitar 12 jutaan.

Mahal ya? Temen saya shock mendengar biayanya. Katanya dengan harga segitu sudah bisa membeli motor, hahaha.

Saya punya prinsip, kalau menginginkan kualitas yang lebih baik, jangan pelit untuk mengeluarkan biayanya. Toh ini untuk diri kita sendiri dan hasilnya bisa dinikmati seumur hidup. Saya rasa harga segitu worth it. Atau mau pilih yang harganya 3 juta. Ada kok. Banyak malah. Tapi, jangan kecewa dengan hasilnya. Jangan pernah mimpi dengan harga murah bisa mendapatkan hasil yang maksimal.

Saya sempat bertanya kepada dokter Andi kenapa banyak di luar sana pemakaian behel hanya berkisar 3 juta dan sebagian besar teman saya juga hanya berkisar tarif tersebut. Dokter Andi kaget. Katanya untuk RSGM UI saja yang kategorinya itu dokter yang masih magang harganya sudah minimal 6 juta. Tidak mungkin harganya bisa lebih murah dari itu. Kalau lebih murah sebaiknya kalian hati-hati. Kualitas kawatnya bisa dipertanggungjawabkan apa tidak? Dan jangan lupa ya, untuk pemasangan kawat gigi hanya dokter yang bergelar spesialis Orthodonti yang boleh melakukan pemasangan behel.
Posted by: caecilia
CS.Com Updated at: August 03, 2015

July 22, 2015

Ganti Dokter

Biar fair, saya akan melanjutkan cerita saya sebelumnya tentang perawatan di Natasha yang artikelnya laris manis itu. Guys, saya sudah stop menggunakan cream Natasha. Why? Karena setelah dua bulan, saya merasa ada tumbuh bulu-bulu halus di wajah saya. Saya worry dan akhirnya memutuskan untuk stop cream Natasha. Saya tidak tahu apakah semuanya mengalami hal yang sama atau hanya saya saja. Entahlah. Yang pasti saya sudah tidak menggunakan cream dari Natasha lagi. Selama saya menggunakan cream dari Natasha jujur saja wajah saya jadi halus dan jerawatnya juga hilang. Bekasnya pun hilang dalam tempo singkat. 

Saya pindah ke dokter kulit di daerah Cikini. Perbedaannya dengan cream Natasha sangat jauh karena setiap kali mengolesi cream dari Natasha, wajah saya terasa perih dan merah-merah. Wajah seperti terbakar walaupun nanti hasilnya bagus tapi harus menderita dulu. Bahan kimianya saya rasa cukup keras. Terbukti bahwa setiap diberikan resep cream pasti dibarengi dengan cream anti iritasi oleh Natasha. Oleh Natasha saya diberikan cream pagi, malam, toner dan sabun. Sama dokter kulit saya hanya sabun wajah warna pink, serum, cream pagi, cream malam dan cream jerawat yang dipakai hanya di malam hari setelah cream malam.

Dan saya terkaget-kaget waktu saya mengolesi cream dari dokter saya itu. Sama sekali tidak ada efek perih dan wajah saya tidak berminyak menggunakan cream itu. Beda waktu saya pakai Natasha yang membuat wajah saya jadi berminyak. Kata dokternya, saya harus mengolesi cream ke seluruh wajah. Padahal di Natasha saya tidak boleh mengolesi ke bagian sensitif seperti kelopak mata, sudut hidung dan sekitar bibir. Setelah saya tanya, kata dokter tidak apa-apa karena tidak ada pengelupasan. Nah, yang saya pakai di Natasha itu saya harus menderita pengelupasan selama beberapa minggu sampai benar-benar halus. 

Sekarang saya lega karena akhirnya menemukan dokter kulit yang cocok dengan saya. Saya tidak mengatakan Natasha jelek. Hasil akhirnya ya sama kok, sama-sama bagus kalau kitanya rajin perawatan. Hanya prosesnya saja yang berbeda dan saya pribadi sih lebih memilih dokter kulit saya yang menurut saya sangat jauh lebih baik dari Natasha.

Berhubung banyak yang minta alamat dokternya, dan saya tidak sempat membalas email satu-persatu, saya share di sini ya buat kalian semua. Semoga bisa bermanfaat. 

Alamat dokter:
Dr. Dani Djuanda, Sp. KK
Jl. Kramat VII No. 32
Cikini, Jakarta Pusat (di belakang RS. Cikini dan enggak jauh dari stasiun cikini).
No. Telp : 021 - 31924517
Jadwal praktek :
Senin s/d sabtu : 08.00 - 09.30 wib
Senin, selasa, kamis, jumat, sabtu : 17.00 - 19.00 wib
Posted by: caecilia
CS.Com Updated at: July 22, 2015

July 3, 2015

Kesetrum Benda Logam

Belakangan ini saya sering mengalami yang namanya kesetrum. Kesetrum yang sering saya alami itu adalah pada saat sedang pegang laptop. Dipinggir-pinggir laptop ada logam yang kalau tidak sengaja tersentuh akan otomatis membuat saya kesetrum. Tadinya saya pikir memang tidak boleh menyentuh bagian tersebut. Jadi saya juga tidak terlalu memusingkannya. Sekarang saya memang lebih berhati-hati dan sebisa mungkin tidak menyentuh bagian logamnya.

Akhir-akhir ini saya semakin sering kesetrum. Waktu pegang kran air di kantor saya bisa kestrum lho. Tapi hanya pada saat menyentuh pertama kali. Kalo disentuh kedua kalinya tidak kestrum lagi. Lagi-lagi saya berpikir positif dengan berpikir bahwa ada yang salah dengan kran airnya. Saya pikir semua teman saya juga mengalami hal demikian dan menganggapnya biasa. Tapi lama-lama saya semakin sering kesetrum. Sehari bisa beberapa kali saya kesetrum kran air yang terbuat dari logam. Yang membuat saya semakin yakin ada something wrong adalah ketika saya kesetrum gagang pintu. Jadi setiap kali saya kesetrum seperti ada bunyi letusan kecil gitu. Saya biasanya reflex teriak “Awwwww!!!” dan membuat semua orang di ruangan kantor melihat saya dengan tatapan aneh. Mungkin mereka pikir, “Kenapa sih lo??!” Hahaha.

Dan pagi ini saya sudah kesetrum dua kali. Pertama pada saat pegang kunci mau membuka lemari ordner tempat simpan file kantor. Terus kedua waktu saya pegang dinding lemarinya. Kadang kalau abis kesetrum saya jadi ketawa sendiri persis seperti orang blo'on -.-! Hari ini saya baru kesetrum dua kali di pagi hari karena saya sangat berhati-hati. Jika tidak hati-hati pasti saya kesetrum sudah tak terhitung banyaknya.

Alhasil, sekarang saya jadi phobia dengan benda logam dan besi :’(. Saya jadi parno dan takut berhubungan dengan benda logam. Padahal tidak mungkin saya bisa menghindari yang namanya logam dan besi. Setiap kali mau memegang kran air saya lapisi tisu. Mau pegang gagang pintu waktu mau tutup pintu kamar mandi jadi takut-takut pegangnya. Saking takutnya saya lapisi tisu juga, LOL. Duh, saya bingung harus bagaimana. Saya merasa jadi serba salah dan sekarang jadi ketakutan sendiri. Tidak mungkin kalau saya harus selalu mengenakan sarung tangan agar tidak kesetrum. Awalnya saya cuek-cuek saja. Sekarang saya ketakutan kalau harus kesetrum terus-terusan. Bahkan, kalau saya secara tidak sengaja bersentuhan dengan temen saya (tergantung orangnya), kadang saya suka kesetrum juga.

Frustasi, saya akhirnya browsing dan menemukan beberapa fakta yang menarik. Ternyata yang mengalami hal seperti ini banyak dan bukan saya saja. Katanya, sebagian besar dari kita pasti pernah mengalami setruman listrik statis, walaupun kadarnya masih kecil. Untungnya, apa yang saya alami ini bukan suatu kelainan. Masih normal dan memang sering terjadi. Untuk bisa kesetrum jika listriknya lebih besar dari 4000 volt. Tapi, tidak menutup kemungkinan ada yang terakumulasi besar seperti kasus-kasus yang ekstrem.

Penyebabnya mungkin salah satu dari beberapa faktor, misalnya pakaian yang kita kenakan. Pakaian yang terbuat dari wol, sutra, bulu, polyester, karet, vinyl, nylon, dan materi sintetis lainnya akan meningkatkan kemungkinan pengumpulan listrik statis. Selain itu, bisa juga dari bahan sepatu yang kita pakai terbuat dari karet atau plastik. Bisa jadi karena ini juga saya suka kesetrum. Saya senang mengenakan sendal karet di kantor. Lantai rumah pun bisa jadi salah penyebabnya lho. Misalnya di rumah dilapisi karpet yang terbuat dari bahan wol, plastik, sintetis bisa menyebabkan listrik statis terkumpul dengan mudah. Kelembaban udara tempat tinggal dan juga konsisi kulit juga harus diperhatikan. Katanya semakin kering udara dan kondisi kulit kita, semakin besar listrik statis yang akan dihasilkan.

Tidak ada salahnya menghindari hal-hal yang dijelaskan di atas. Memang tidak berbahaya secara langsung, tapi jika dekat dengan bahan mudah terbakar bisa jadi berbahaya. Semoga tidak seekstrim itu ya listrik statis di tubuh kita.
Posted by: caecilia
CS.Com Updated at: July 03, 2015

May 27, 2015

Review Gelombang (Supernova #5)

Tokoh utamanya Thomas Alfa Edison, suku batak yang lahir di Sianjur Mula-mula, Medan. Alfa 3 bersaudara dan paling bungsu. Nama abangnya Uthon dan Ethen.

Dimulai dari si Alfa masih SD, sebuah upacara gondang mengubah segalanya bagi Alfa. Makhluk misterius yang disebut Si Jaga Portibi tiba-tiba muncul menghantuinya. Orang-orang sakti berebut menginginkan Alfa menjadi murid mereka. Sejak acara gondang itu, Alfa selalu mengalami mimpi buruk dan tidurnya kini menjadi pertaruhan nyawa. Ia sadar bahwa sesuatu menunggunya di alam mimpi. Karena mimpi mengerikan tersebut, Alfa memilih untuk terjaga setiap malam dan tidak tidur selama 11 tahun! Ia tidur di siang hari antara 10 menit hingga 1 jam paling lama.

Orang tua Alfa mulai mencemaskan Alfa sejak si ompu di desanya yang katanya mau menjadikan Alfa murid, tapi malah berusaha untuk membunuhnya di danau Toba. Sejak itu, orang tua Alfa memutuskan untuk merantau ke Jakarta sebelum Alfa lulus SD dengan uang serba kekurangan dan bertekad agar nasibnya bisa berubah di Jakarta. Nah, di Jakarta malah tidak ada cerita apa-apa. Lanjut beberapa tahun kemudian saat Alfa sudah SMA. Di Jakarta itu hanya bercerita tentang persiapan pergi ke Amerika Serikat. So, Jakarta itu seperti iklan yang hanya numpang lewat. 

Kesempatan untuk pergi ke Amerika itu datang ketika Amang Gultom orang batak yang merantau ke Amerika itu pulang ke Indonesia. Yang diharuskan berangkat oleh bapak Alfa adalah Uthon, yang langsung ditolak oleh Uthon. Begitu juga si Ethen. Dan akhirnya yang berangkat adalah Alfa karena dia yang menawarkan diri. Abang-abangnya juga setuju karena menurut mereka yang pantas berangkat adalah Alfa karena dia yang paling pintar dan Bahasa Inggrisnya juga paling jago. 

Selanjutnya Alfa tinggal di Hoboken bersama Amanguda, orang batak juga dan mau menampung Alfa bersamanya. Alfa kerja part time sambil melanjutkan SMA di New Jersey. Bersama Troy dan Carlos, mereka belajar bersama setiap hari demi mendapatkan beasiswa di Cornell. Lolos sih sudah pasti. Bukan hanya itu, Alfa diterima bukan hanya di Cornell. Tapi di 3 universitas sekaligus dengan beasiswa penuh. Bisa berbicara berbagai bahasa juga sangat-sangat berlebihan. Bahasa Inggrisnya Alfa juga lancar jaya. Dia hanya belajar mengubah aksennya. 

Tidak sampai di situ saja, di Cornell, New York, Alfa mendapat tawaran kerja di Wall Street dari pemiliknya langsung. Dan dalam tempo singkat, dia menjadi orang yang berpengaruh di sana. Dari si Alfa yang tadinya harus hemat mati-matian demi bertahan hidup, sampai akhirnya uang sudah bukan masalah bagi seorang Alfa. Dan yang lebih parahnya lagi, Alfa ini datang ke Amerika sebagai imigran gelap lho. Kok bisa ya? Amerika lho.

Oh iya. Alfa itu ganteng! Bukan cuma pintar akademis saja, tapi di musik dia juga berprestasi. Hellooooo! Tolong jangan buat Alfa seperti manusia super sempurna dong. Hiksssss! Iri kan saya jadinya sama si Alfa ini, LOL.

Semenjak pindah ke Amerika, Alfa pernah one night stand bersama dengan salah satu mahasiswa di Cornell yang gigih sekali mengejar Alfa. Setelah one night stand itu dia ketiduran dua jam dan untuk pertama kalinya dia kembali mimpi buruk lagi setelah 11 tahun. Setelah ketiduran yang hampir membunuh dirinya sendiri, Alfa tidak mau lagi one night stand karena takut ketiduran lagi.

Pada saat ultah Alfa, dia melakukan one night stand lagi berkat Troy dan Carlos memberikan hadiah ke Alfa karena mereka menganggap Alfa melewatkan banyak hal. Tidak menikmati hidup dan terlalu fokus belajar. Nama ceweknya Isthar. Cantik dan Alfa merasa kalau Isthar itu bukan orang asing. Dia yakin Isthar punya ikatan dengannya tapi dia tidak tahu itu apa. Dan kembali Alfa ketiduran selama 4 jam dan mengalami mimpi buruk lagi. Dia pergi ke rumah sakit karena ketakutan dan menganggap ada sesuatu yang salah dengan dirinya. Pihak rumah sakit menganggap tidak ada yang salah dengan Alfa yang keluhannya hanya Imsomnia. Di rumah sakit itulah akhirnya dia bertemu dengan Nicky Evans, dokter yang berperawakan kecil dan suka makan lollipop. 

Nicky merekomendasikan Alfa pergi ke klinik tempat dia bekerja yang dulunya dia juga pernah jadi pasien Imsomnia di klinik tersebut. Di sanalah akhirnya dia mulai berani tidur lagi dibantu oleh Nicky dan dokter Collins si pemilik klinik. Misteri-misteri selama ini mulai terkuak dan akhirnya membawa Alfa ke Tibet untuk mencari jati dirinya yang sebenarnya. Mimpi yang dialami Alfa itu bukan sekedar mimpi. Ada rahasia dibalik semua itu. Alfa sudah bisa mengendalikan mimpinya dan tidak mencelakai dirinya lagi.  

Setelah ke Tibet selesai, dia akan melanjutkan pencarian ke Indonesia. Tapi ceritanya selesai di dalam pesawat. Kelanjutan di Indonesia akan diceritakan di buku selanjutnya. Intelegensi Embun Pagi. 

Alfa yang merantau ke Amerika selama 8 tahun akhirnya pulang kampung. Alfa diceritakan tidak mau pulang kampung. Dia pulang kampung karena sebuah misi yang mengharuskan dia pulang kampung. Dia ingin mencari Bodhi Liong.

Sejujurnya saya tidak suka dengan sosok si Alfa. Terlalu sempurna. Cerita ini agak monoton di awal-awal. Baru mulai menarik ketika Alfa bertemu Nicky Evans dan pencarian jati dirinya baru dimulai dari situ. Jadi, ceritanya seperti baru mulai di tengah buku. 

Hal yang agak mengganggu di buku juga karena banyak dialog Bahasa Inggris yang seharusnya tidak perlu. Walaupun ditulis dalam Bahasa Indonesia, saya juga membayangkan mereka berdialog dalam Bahasa Inggris, kok. Soalnya agak aneh dalam satu kalimat bisa ada dua bahasa campur sekaligus. 

Overall lumayan sih. Lumayanlah membunuh waktu buat membaca buku ini. Kasih bintangnya berapa ya? 3 cukup ya. Good luck buat Dee Lestari. Semoga buku Intelegensi Embun Pagi cepat selesai dan segera terbit. 
Posted by: caecilia
CS.Com Updated at: May 27, 2015

May 11, 2015

Gigi Taring yang Impaksi

Sabtu kemarin saya pergi ke salah satu Rumah Sakit di Bogor. Rencana awalnya saya mau langsung di operasi. Operasi kecil namanya karena gigi yang impaksi tidak bisa langsung dicabut begitu saja. Sebelumnya saya sudah pernah menulis di postingan yang sebelumnya kalau gigi taring saya yang sebelah kiri atas tidak keluar karena tumbuh sebagian ke dalam langit-langit mulut. Dokter yang di Meridien, beliau memprediksi bahwa gigi ini tidak bisa di ortho (kawat gigi/behel) karena tumbuhnya ke langit-langit mulut. Yang biasanya bisa ditarik itu adalah gigi taring yang gingsul yang tumbuhnya di atas gusi. Saya tidak begitu yakin dan akhirnya saya browsing-browsing lagi. Setelah baca, memang katanya tidak semuanya gigi taring itu bisa diselamatkan dengan behel. Kondisi gigi yang horizontal biasanya memang jalan satu-satunya itu harus di operasi.

Setelah browsing sana-sini, saya akhirnya pergi ke dokter spesialis bedah mulut di RS. PMI Bogor. Untuk kasus impaksi gigi ini tidak bisa dikerjakan oleh dokter gigi biasa. Saya pilih RS. PMI karena dekat dengan rumah. Di sana, bisa pilih mau ke Poliklinik Afiat atau Poliklinik Reguler. Yang Afiat lebih mahal tarifnya. Yang Reguler lebih murah. 

Karena untuk biaya operasi gigi ini pastinya mahal bisa jutaan, akhirnya saya pilih yang reguler saja. Poliklinik Afiat letaknya di depan. Tempatnya lebih bersih, nyaman, dan tentunya lebih sepi karena lebih mahal. Saya sempat bingung karena kesulitan menemukan poliklinik reguler. Ternyata letaknya di pojokan. Dan orangnya sangat crowded. Tempat duduk yang disediakan penuh semua hingga yang bediri dan duduk di lantai juga banyak. Kenapa di poliklinik reguler ramai? karena di sini menerima BPJS juga. Yang Afiat tidak. Pantess! Saya sebelumnya juga mempertimbangkan untuk menggunakan BPJS. Tapi, setelah saya baca-baca, pelayanan yang pakai BPJS dengan yang tidak pakai BPJS itu berbeda. Belum lagi kalau pakai BPJS itu harus ke puskesmas dulu, baru minta rujukan ke RS. Terus ditambah lagi prosedurnya yang ribet. Suruh ke sana sini, fotokopi ini itu, dan katanya ngantrinya itu bisa berjam-jam kalau pakai BPJS. Makanya saya memutuskan untuk mengantri pendaftaran dokter di loket 1 (loket umum). Tidak lama karena hanya beberapa orang saja.  Dan ketika saya menoleh ke antrian bpjs, tersedia beberapa loket dan penuh. 

Ketika tiba giliran saya dipanggil, saya diperiksa disuruh tiduran oleh dokternya. Setelah itu kami mengobrol biasa. Dia bertanya apakah saya ada niat mau di ortho? Kalau mau di ortho tidak perlu dicabut. Kalau tidak mau di ortho, harus di operasi kecil. Tidak bisa dicabut begitu saja karena tertanam di langit-langit mulut. Kalau seandainya di ortho, dokternya bilang itu bisa ditarik dan sebagai gantinya gigi lain yang dicabut. Gigi taring itu gigi estetik yang sebaiknya dipertahankan. 

Dari awal saya memang ada keinginan untuk perawatan orthodonthi (behel/kawat gigi). Dokternya juga menyarankan agar gigi saya sebaiknya di ortho, jadi tidak perlu dikorbankan gigi taring ini. Dia menyarankan untuk pergi ke dokter spesialis ortho biar nanti perawatannya bisa maksimal. Dokternya baik, bisa diajak konsultasi, ramah dan tidak seperti dokter yang lain yang maunya buru-buru mengusir pasien keluar. Perawatnya juga ramah. Beda dengan petugas loket yang di depan yang semuanya memasang tampang jutek. 

Oh iya, untuk biaya operasi kecil itu 2,5 juta. Dokternya malah menganjurkan saya untuk daftar BPJS saja biar nanti tidak perlu bayar kalau memang giginya mau di operasi. Tapi harus mengantri operasinya dan dia  memperlihatkan list pasien yang mau operasi gigi. Bisa dapat giliran bulan Juni katanya. 

Setelah konsultasi selesai, saya mendapatkan pencerahan. Memang seharusnya saya itu konsul dulu ke dokter ortho bukannya langsung pergi ke dokter bedah. Yaaa sudahlah. Saya hanya membayar biaya dokter 50 ribu dan biaya daftar 25 ribu. Setelah itu pulanglah saya dengan perasaan lega :))

Posted by: caecilia
CS.Com Updated at: May 11, 2015

Biaya Perawatan Saluran Akar (Saraf)

Guys, di sini saya mau melanjutkan cerita saya tentang Perawatan Saluran Akar Gigi 47 selama 1,5 bulan. 

Total 5 kali kunjungan. 

Kunjungan pertama  dan kedua bisa kalian baca di postingan sebelumnya. Saya tidak akan mencantumkan linknya. 

Kunjungan ketiga : 

Saraf gigi saya sudah dalam kondisi mati. Waktu di bor dan dicolok-colok oleh dokternya sudah tidak terasa sakit sama sekali. Kata dokternya perkembangannya cukup bagus. Karena banyak yang masih suka ngilu ditahap ini. Nah, di sini gigi saya dibersihkan sampai ke akar-akarnya dan dikasih obat. Biayanya 400k. Diminta balik seminggu lagi.

Kunjungan keempat : 

Mengulang proses yang sama seperti kunjungan ketiga. Bedanya yang ini dikasih tambalan sementara yang bentuknya pasta dan diminta balik 2 minggu lagi. Biayanya 350k.

Kunjungan kelima :

Akhirnya gigi saya ditambal permanen dengan bahan tambalan GIC + R. Komposit. Biayanya 500k.

Total biaya perawatan saluran akar gigi geraham saya (gigi 47) ini menghabiskan biaya sebesar Rp 1.650.000,- untuk 1 gigi selama 5 kali kunjungan dengan total waktu 1,5 bulan.

Selain gigi 47, saya juga tambal permanen gigi 26 yang bisa langsung dikerjakan dalam 1 kali kunjungan karena bolongnya kecil. Biayanya 400k. 

So, biaya yang saya habiskan untuk perawatan gigi di Meridien Dental Clinic sebesar Rp 2.050.000,- Nyesek yah. Ini belum sama yang saya berobat di RSGM UI dan juga RS. PMI. 

Secara keseluruhan, saya puas sih dengan pelayanan di sini. Mbak-mbaknya semuanya ramah, dokternya juga baik. Tempatnya nyaman, bersih. Bisa buat perjanjian dan nanti juga diingatkan oleh mbaknya di hari H. Tidak perlu mengantri lama karena kita masuk sesuai jam yang kita jadwalkan sebelumnya. Kalaupun harus menunggu paling sebentar saja. Yang membuat saya keberatan hanya satu. MAHAL. Tapi harga berbanding lurus dengan pelayanannya. 

Oh iya, biaya ini jangan dijadikan patokan ya. Setiap kilnik, RS, atau bahkan di tempat praktek pribadi yang di rumah juga harganya pasti beda-beda. Semakin bagus kualitasnya akan semakin mahal tentunya. 

Kalau mau murah, saran saya pergi ke RSGM UI yang di Salemba. Tapi harus sabar karena ini yang mengerjakan mahasiswa UI dan hanya hari kerja saja. Terus kalau mau murah dan kualitas masih bisa dipertanggungjawabkan pergi ke RS Pemerintah. Tapi jangan heran kalau petugasnya agak jutek dan mengantrinya lama. Semakin murah semakin ramai yang pergi, right? 
Posted by: caecilia
CS.Com Updated at: May 11, 2015

April 17, 2015

Pengalaman Apply Credit Card ANZ Platinum

Saya mau berbagi cerita tentang kegalauan saya mengenai kartu kredit ANZ yang dikirim ke saya hari rabu kemarin. Padahal, saya itu sudah tidak mau mempunyai kartu kredit lagi. Cukup dari BCA saja dan itu sudah lebih dari cukup. Selama ini, setiap kali saya ditelp dan ditawarkan oleh marketing untuk apply kartu kredit selalu saya tolak. Alasannya karena saya tidak terlalu membutuhkan.

Kira-kira dua minggu yang lalu, sekitar jam 9 malam saya dicegat oleh seorang marketing perempuan waktu saya pulang dari Teras Kota. Ia menawarkan kartu kredit ANZ Platinum dengan limit dua kali lipat dari kartu kredit yang saya punya sekarang. Dia hanya bertanya apakah saya sudah memiliki kartu kredit dan dari bank mana. Saya sebenarnya mau langsung kabur tapi mbaknya malah menjelaskan promo ini itu. Akhirnya saya apply termakan iklan. 

Sebelum dia mulai menulis di formulir, dia bertanya lagi ke saya kalau kartu kredit saya itu kartu utama apa bukan. Berkali-kali dia menanyakannya seperti tidak yakin. “Ini bukan kartu tambahan, kan? Kartu utama, kan?” Ya amplop. Saya sungguh tersinggung dan kesal dengan mbaknya. Kalau merasa saya tidak meyakinkan kenapa harus mencegat saya.

Terus dia pinjam CC BCA saya dan saya ambil yang Visa Batman. Setelah dilihat sekilas, dia bilang CC saya ini baru beberapa bulan. Padahal saya menggunakan CC sudah 1,5 tahun. Akhirnya saya ambil BCA Card dan setelah diteliti sama mbaknya, akhirnya dia minta maaf katanya yang di Visa tidak kelihatan jelas masa validnya. Padahal terlihat jelas menurut penglihatan saya. Entah dia yang matanya tidak beres, atau curiga saya bohong.

Dia bilang, “Maaf ya mbak, soalnya saya pikir mbak anak kuliahan.” Memang saya tidak aneh kalau dia mengira saya anak kuliahan. Saya baru selesai nge-gym, pakai celana pendek, kaos dan sandal jepit. Persis seperti anak kuliahan yang habis nongkrong. Dan saat itu ada satu cowok (koko ganteng) yang lagi apply juga. Penampilannya jomplang dibandingkan dengan saya. Masih pakai pakaian kantor, kemeja, celana bahan, sepatu, dan rapi. Lancar jaya tuh si koko apply nya dan tidak dicurigai oleh marketingnya. Saya sempat mendengar waktu ditanya gaji, si koko jawabnya 30 juta. Wow.

Yaahhh memang sih kalau penampilan itu menentukan bagaimana orang memandang kita. Pakai gembel sedikit langsung dikira bokek. Padahal, belum tentu orang yang penampilan yang dari ujung kaki sampai ujung rambut mewah memang beneran tajir. Tapi memang itulah kenyataannya. Penampilan mencerminkan bagaimana orang memandang kita. Terutama yang belum kenal dan baru pertama kali bertemu.

Setelah apply saya jadi kepikiran dan agak menyesal. Jadi saya niatkan kalau analisnya telpon, saya akan minta aplikasi saya tidak perlu diproses. But, kalian tahu apa yang terjadi? 

Beberapa hari kemudian, ada yang nelp ke kantor dan yang terima operator. Ketika disambungkan ke saya yang katanya dari bank ANZ, belum sempat say halo sambungannya sudah diputuskan. Beberapa jam kemudian, atasan saya telp saya dan menanyakan apakah saya mengajukan CC. Kata atasan saya, pihak analisnya datang ke kantor saya dan minta bertemu dengan beliau. Saya kaget. Atasan saya bilang tadi dia sedang sibuk jadi disuruh tunggu sebentar. Ketika atasan saya turun, orangnya sudah pergi.

Waktu saya apply di BCA tidak sampai datang ke kantor lho. Apa karena saya apply nya yang platinum ya jadinya dia survey lokasi. Bukannya berharap diterima, saya malah berdoa agar aplikasi saya ditolak.

Dan ternyata 3 hari kemudian, datanglah kartu kredit ANZ ke kantor saya. Proses yang sangat cepat. Saya heran dengan pihak analisnya yang tidak meminta konfirmasi data sama sekali ke saya. Tidak menelpon kakak saya juga. Dia hanya datang ke kantor, bilang mau ketemu atasan saya, terus langsung kabur, dan kemudian langsung datang kartunya. Luar biasa!

CC yang saya terima itu bukan platinum tapi yang titanium dengan limit dua kali lipat dari limit CC BCA saya. Waktu saya nelp call center buat aktifkan kartunya, katanya yang disetujui memang titanium untuk saat ini. Kalau recordnya bagus selama 6 bulan, akan di upgrade ke platinum. Bukan masalah jenis kartunya apa, tapi saya heran mereka bisa sesuka hati memberikan kartu lain tanpa tanya ke saya dulu. Biaya iuran tahunan CC titanium 300 ribu hampir sama seperti BCA gold. 125 ribu masing-masing kartu. Karena saya ada dua kartu jadi 250 ribu pertahun. Untungnya, tahun pertama dan tahun kedua CC BCA saya free iuran karena pemakaian dan pembayaran lancar.

Saya iseng bertanya apakah kartu kreditnya gratis iuran untuk satu tahun pertama. Si mbak call center malah balik bertanya waktu ditawarkan oleh marketingnya bagaimana. Lhaaa, saya jawab saja sesuka hati saya, “Kata marketingnya digratiskan untuk satu tahun pertama.” Terus si mbaknya bilang begini, “Oh, iya. Memang sekarang lagi ada promo gratis iuran untuk tahun pertama.” Kalau seandainya saya bilang tidak gratis mungkin saya akan diminta bayar. Saya bingung dengan sistem mereka itu seperti apa. Padahal si marketingnya bilang gratis kalau seandainya dalam 1 bulan pertama belanja 700 ribu baru digratiskan iurannya. Tapi mungkin itu untuk platinum kali ya. Kalau untuk titanium mungkin gratis. Entahlah.
Posted by: caecilia
CS.Com Updated at: April 17, 2015

March 30, 2015

Cara Ganti Domain Blogspot dengan Domain Baru Part 1

Sesuai janji, saya akan menulis tentang tutorial cara mengganti domain blogspot menjadi domain milik sendiri. Di sini, saya anggap kalian sudah paham ya dengan istilah domain dan hosting. 

Oh iya, saya mau meluruskan satu hal yang masih mengganjal di hati semenjak saya ganti domain blogspot menjadi domain my.id. Banyak blogger yang bilang kalau pengunjung mereka menurun drastis sejak berganti domain. Ada yang bilang ranking mereka di Alexa yang tadinya 250 ribuan merosot jadi 1,5 jutaan. Cukup fantastis ya turunnya. Saya sendiri sih tidak pernah mengecek ranking saya di Alexa berapa. Alesannya karena buat saya tidak begitu penting masalah ranking. Tapi, kalau seandainya visitor akan hilang, tentunya saya keberatan. Blog saya mengalami masa yang cukup panjang sampai akhirnya banyak pengunjung. Katanya, kalau ganti domain, google tidak bisa mendeteksi alamat kita yang baru. Jadi seperti membuat blog baru yang pengunjungnya berapa orang. Terus untuk mengembalikan visitor, harus mendaftarkan alamat baru kita di google, daftar ke sana - ke mari yang sejujurnya saya malas melakukannya. Kalau dalam persepsi saya setelah ganti domain, visitor yang berkunjung ke alamat lama akan otomatis dialihkan ke alamat baru. Jadi tidak mungkin pengunjung akan hilang.

Survey membuktikan : 
Selama weekend kemarin pengunjung blog saya semakin ramai setelah ganti domain baru. Padahal saya tidak daftar di SEO dan ini itu yang ribet itu. Entah karena kebetulan, atau karena efek domain baru. Entahlah. Yang pasti kekhawatiran saya kalau visitor akan hilang itu tidak terbukti. 

Jadi, kalian tidak perlu takut dengan hal-hal seperti di atas. Yuk kembali ke topik. 

Langkah pertama yang harus kalian lakukan adalah membeli domain. Banyak juga yang gratisan tinggal di browsing saja. Saya tidak akan merekomendasikan di mana membeli domain karena tidak punya pengalaman di situ. Di sini saya akan jelaskan dengan cara yang saya gunakan yaitu di IDwebhost. 

Step 1 (Pilih Paket)

Step 2 (Pilih Domain)

Masukkan nama domain yang diinginkan. Kalau ada warning domain exist, berati kalian harus mengganti nama domain yang lain sampai ada tulisan available. Tinggal pilih, mau beli domain saja, atau sama hosting. Saya kemarin hanya membeli domain.

Step 3 (Ubah Name Server)

Sudah punya hosting? Masukkan Name Server penyedia hosting kalian. Kalau belum punya, skip saja karena nanti bisa di edit lagi. 

Step 4 (Konfirmasi Pemesanan)


Kalau punya voucher, masukkan kode vouchernya lalu klik "Selesaikan Pemesanan."

Step 5 (Selesai)

Isi data pribadi kalian dan selesai. Kalau sudah punya akun di IDwebhost, tinggal login saja. Setelah itu cek email. Kalian akan mendapatkan beberapa email seperti : Informasi login halaman member, detail order, konfirmasi pembayaran, dan kalau sudah membayar ada customer invoice bahwa kita sudah bayar. 

Langkah selanjutnya cek syarat domain di sini. Cek syarat apa saja yang harus di upload. Karena saya pakai my.id cuma scan KTP saja. Setelah itu upload di sini. Ukuran KTP maksimal 250 kb. Di websitenya tertulis maksimal 500 kb, tapi ternyata tidak bisa harus dikecilkan lagi ukurannya sampai maksimal 250 kb baru bisa berhasil. 

Setelah itu tunggu email dari mereka. Kalau berhasil, kalian akan dapat pemberitahuan bahwa domain kalian sudah aktif. Horeee. Congrat yah! 

Domain sudah punya, sekarang tinggal beli hosting. Kalau kalian pakai blogspot tidak perlu membeli hosting lagi. Tapi kalau mau ganti hosting juga bisa. Kemarin saya coba menggunakan hosting gratis di idhostinger. Setelah browsing sana-sini, katanya di situ paling direkomendasikan. Kalau dibandingkan dengan yang lain, lumayan sih. Space dan bandwidth yang ditawarkan lumayan besar. Ingat ya, free nya hanya setahun saja. Kalau mau lanjut ya bayar, hehe. 

Untuk hosting, silahkan baca di postingan selanjutnya.
Posted by: caecilia
CS.Com Updated at: March 30, 2015

Cara Ganti Domain Blogspot dengan Domain Baru Part 2

Postingan ini lanjutan dari yang postingan saya sebelumnya tentang domain. Silahkan scroll.

Step 1 (Masuk ke Idhostinger lalu klik Order Sekarang!)

Step 2 (Buat Akun)
Buat yang sudah mempunyai akun tinggal login saja. Kalau belum, gunakan akun Facebook juga bisa untuk menghemat waktu. Pilih icon Facebook dulu sebelum login. Nanti diarahkan login ke Facebook. 

Step 3 (Pilih Paket)
Pilih mau paket yang mana lalu klik order.


Step 4 (Masukkan nama domain yang sudah aktif dan password)

Step 5 (Konfirmasi Order)
Jangan lupa centang kolom SAYA BUKAN ROBOT. Setelah itu klik Order. 

Cek email, kalau order berhasil, kalian akan mendapatkan email dari Idhostinger bahwa AKUN GRATIS ANDA TELAH AKTIF.

Oke, langkah selanjutnya adalah masukkan nama server Idhostinger di IDwebhost tempat kalian membuat domain. 

Step 1 (Login)
Step 2 (Klik Active Domains)
Step 3 (Klik Kelola Domain, lalu pilih Manage Nameservers)
Step 4 (Isi Name Server seperti berikut)
Jelas?
Nameserver1 : ns1.idhostinger.com
Ke bawahnya tinggal ubah ns2, ns3, dan ns4 lalu simpan. 

Langkah berikutnya adalah setiing DNS di Idhostinger. 

Step 1 (Login blogspot - Dashboard - Setting - Basic - Publishing - Blog Address)
Di bawah nama blog, klik link ini +Setup a 3rd party URL for your blog. Setelah itu masukkan nama domain kalian. Jangan lupa pakai www di depannya. Misalnya www.yourdomainss.com lalu Save. 

Kemudian akan muncul seperti ini. 

Yang tanda merah dalam lingkaran dicatat dulu di notepad atau di kertas (terserah). 

Step 2 (Login ke Idhostinger)
Beranda - Hosting - lalu scroll ke bawah sampai ada kotak DNS Zone Editor. Pilih yang itu. 

Step 3 
Masukan CNAME alias yang kalian catat tadi di kolom ini. 
Barisan pertama itu nama HOST selalu www dan diarahkan ke ghs.google.com. Sedangkan yang barisan kedua tiap blog itu pasti berbeda. Silahkan isi sesuai dengan yang kalian catat tadi. 

Step 4 
Masukan angka alamat IP google di kolom ini. 
216.239.38.21
216.239.36.21
216.239.34.21
216.239.32.21 
Gunanya agar orang yang akses web kita tanpa www bisa tetap masuk. 
Yang terakhir itu IP kita. Tiap orang beda-beda. 

Lalu save dan selesai.

Tunggu proses propagasi yang bisa memakan waktu hingga 2 hari. Selama masa tunggu itu, web kita tidak akan bisa diakses. Kalau saya, setelah 7 jam website saya sudah bisa diakses lagi dengan nama domain yang baru. 

Oh iya. Catatan penting yang harus diperhatikan. Jangan lupa centang settingan (di blogspot) untuk alihkan alamat blog lama kalian ke alamat domain baru ya. Jadi, nanti teman yang akses blog dengan alamat lama kalian bisa tetap masuk. Paham? 

Let's try and good luck!
Posted by: caecilia
CS.Com Updated at: March 30, 2015

Perawatan Saluran Akar Part 2

Jumat kemarin, saya kembali lagi ke dokter gigi yang di Merdien untuk perawatan minggu kedua. Selama seminggu ini memang saya tidak ada keluhan dan tidak ada sakit sama sekali. Tapi ketika gigi saya dibor, masih terasa sedikit ngilu. Oleh dokternya akhirnya saya diberikan obat yang lebih keras dari minggu lalu untuk mematikan syarafnya. 

Setelah itu gigi saya kembali ditambal sementara dan terasa nyut-nyutan. Oh iya, saya juga konsultasi mengenai gigi taring saya yang kiri atas tumbuh ke dalam gusi. Saya pikir dokternya sudah mengetahui kondisi gigi taring saya itu. Ternyata setelah saya tanya, dia baru mengecek dan baru menyadari bahwa ada gigi taring saya yang tidak muncul. Saya bertanya apakah gigi ini bisa diselamatkan dengan behel. Katanya tidak bisa karena yang tumbuh keluar hanya sedikit saja. Dan saya harus ke dokter bedah mulut untuk mencabut giginya. Jadi tidak bisa dicabut begitu saja dan harus dilakukan operasi kecil untuk mengeluarkan giginya yang tertanam di gusi. 

Saya masih antara yakin dan tidak yakin dengan jawaban dokternya. Untuk memastikan saya akan konsul dengan dokter ortho. Kalau seandainya memang tidak bisa dikembalikan posisinya, saya worry kalau gigi taring di bawahnya juga harus dicabut demi kepentingan pemasangan behel nantinya.

Dokter gigi saya ini juga memasang behel lho ternyata. Saya iseng bertanya mengenai harganya. Sekitar 8 - 12 juta. Tapi kalau untuk kasus saya tidak mungkin 8 juta katanya. Woww banget yah. Padahal dia bukan dokter ortho tapi kok tarifnya sama kayak dokter ortho.Tapi terserah juga sih toh saya mau memasang dengan dokter ortho bukan dokter gigi umum.

Perawatan saluran akar kedua tarifnya masih sama seperti minggu lalu yaitu 200k. Total yang sudah saya habiskan untuk perawatan gigi selama sebulan ini sebesar 1 juta rupiah. Makanya guys, saya ingatkan lagi ya, sebelum gigi kalian harus memakan biaya lebih banyak, sebaiknya tuntaskan permasalahan gigi kalian di dokter gigi secepatnya dan rajin-rajinlah merawat gigi mulai sekarang.
Posted by: caecilia
CS.Com Updated at: March 30, 2015
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...