June 29, 2016

Progress Behelku

Berhubung banyak yang menanyakan perkembangan kawat gigi saya dan permintaan readers juga, ada yang email, ada yang komen *berasa dikejar-kejar* akhirnya saya putuskan untuk share mengenai perkembangannya di tulisan ini. Sebenarnya saya mau posting lagi setelah lepas behel, tapi banyak yang sudah tidak sabar, jadi akan saya posting sekarang.

Pertama kali pasang behel itu akhir Agustus 2015 – saat tulisan ini di publish (29 Juni 2016) berarti sudah 10 bulan ya.

Perkembangan gigi saya itu termasuk cepat. Kalau kalian membaca postingan saya sebelumnya, saya sudah menjelaskan permasalahan gigi saya :
  • Rahang bawah berantakan
  • Rahang atas tumbuh miring ke kiri lumayan parah
  • Gigi taring di rahang atas bagian kiri tidak muncul dan tumbuh di langit-langit mulut. Hanya timbul sedikit di langit-langit mulutnya
  • Gigi 5 di rahang bawah bagian kanan tumbuhnya miring (posisi tidur)

Setelah 5 bulan pasang, before dan afternya bisa kalian lihat di foto di bawah ini. Beforenya itu setelah saya sudah cabut 4 gigi di rahang atas dan bawah kiri kanan. Yang dicabut semuanya gigi 4 (sebelah taring). Perbedaannya cukup jelas ya, rahang bawah sudah mulai rapi, posisinya rahang atas sudah lumayan simetris dan tidak miring ke kiri lagi, taring atas bagian kiri sudah mulai keluar giginya ditarik dari dalem.


Setelah 10 bulan, bisa dilihat di foto di bawah. Karet yang terlihat di kiri dan kanan itu adalah karet elastis untuk menarik gigi ke belakang. Setiap hari saya harus mengganti karetnya dan wajib dipakai terus walaupun sedang makan. Kurang nyaman sebenarnya karena gerakan mulut jadi terbatas. Saya tidak bisa membuka mulut sdengan leluasa dan lebar-lebar karena karetnya pasti akan putus. Yang paling susah adalah ketika menyikat gigi dan makan karena karetnya sering putus saat saya sedang melakukan dua kegiatan tersebut. Karet ini baru mulai dipakai setelah konsul di bulan yang ke-10.




Gigi taringnya sudah mulai turun dan posisinya hampir mendekati sempurna. Masih sedikit miring karena waktu ditarik dari dalam, posisinya agak susah diatur. Sejak bulan ke-6, si gigi taring ini sudah mulai dipasangkan kawat dari luar dan yang di dalamnya di lepas.

Gigi 5 yang posisinya tidur sudah berdiri tegak sejejar sama gigi yang lain. Maaf, untuk gigi 5 saya lupa foto beforenya. Sekarang tinggal menaikan gigi di rahang atas supaya gigi kelincinya bisa sejajar sama gigi disebelahnya dan setelah itu tinggal dirapikan saja semuanya agar simetris (terakhir). Simetris itu pada saat menggigit, posisi gigi atas dan bawah ketemu dan bisa mengunyah dengan sempurna. Kalau untuk space gigi yang bolong karena dicabut 4 gigi sudah hampir tertutup semua. Tinggal ada sedikit lagi space yang harus ditarik di rahang bawah dan sedikit di rahang atas supaya rapat dan tidak renggang.

Mungkin, sesuai prediksi 1,5 tahun bakalan lepas behel kalau progessnya secepat itu. Mudah-mudahan ya. Nanti kalau lepas behel saya pasti akan posting lagi pasti plus gambar before after dengan judul, “Menuju Senyum Pepsodent!” *ehh kayak iklan ya* LOL.

Cepat karena saya kontrolnya 3 minggu sekali. Kalau mau cepat disarankan kontrol 3 minggu sekali.

Kalau ada yang bilang setelah pakai behel posisi rahang berubah, mungkin ada benernya ya. Soalnya sebagian besar teman bilang saya "pangling", agak tirusan, bla bla bla. Mungkin efek pakai behel, posisi giginya berubah dan rahangnya juga ikut menyesuaikan *edisi sotoy* haha. Tapi, saya pribadi memang merasakan perubahannya. Agak berbeda memang.

Saya cukup puas dengan perubahannya dan terima kasih banyak buat dokter Andi. Selama control, dokter Andi selalu memberikan kepuasan atas pertanyaan saya, mau mendengarkan saran dan keluhan saya. Saya bersyukur ditangani oleh dokter Andi yang memang tulus membantu pasiennya dan tidak money oriented.

Oia, next saya akan share berapa dana yang sudah saya habiskan mulai sebelum pasang behel hingga saat ini. Struknya masih lengkap dan selalu saya simpan di satu kotak khusus. Sengaja, biar nanti pada saat lepas behel bisa tahu berapa dana yang sudah saya keluarkan. Mungkin di postingan berikutnya ya.
Posted by: caecilia
CS.Com Updated at: June 29, 2016

May 10, 2016

Rekreasi ke Kuntum Nurseries Bogor

Hellooo sahabat bloggers :)

Long weekend di awal Mei kemarin, saya, kakak dan bersama keponakan saya berlibur ke Kuntum Nurseries Bogor.
Pernah mendengar tentang Kuntum Nurseries sebelumnya? Saya yakin banyak sekali yang masih asing dengan tempat liburan yang satu ini. Padahal tempat ini lumayan bagus lho.

Kuntum Nurseries adalah sebuah kawasan agrowisata terpadu yang menggabungkan konsep nursery, tempat rekreasi dan edukasi. Kuntum Nurseries mempunyai program penyuluhan maupun pelatihan tentang berbagai hal yang berkaitan dengan bidang pertanian dan agribisnis (termasuk perkebunan, kehutanan, perikanan dan peternakan). Diperuntukkan bagi seluruh kalangan, baik institusi pendidikan (TK hingga perguruan tinggi), instansi pemerintah, swasta, organisasi ataupun umum.

Untuk bidang pertanian, program yang ditawarkan antara lain adalah pengenalan langsung aneka tanaman (tanaman hias, tanaman buah, tanaman obat, tanaman perkebunan dan tanaman kehutanan), cara membudidayakan tanaman dan juga diskusi. Untuk tanaman obat, diberikan materi tentang khasiat dan cara pengolahannya.

Selain itu, ada program paket kunjungan seperti tersebut di atas, ditambah dengan kegiatan panen bersama (sayuran dan buah-buahan organik) dan memancing. Hasil panen dan memancing dapat dibawa pulang. Untuk lebih jelasnya silahkan kunjungi websitenya kuntum nurseries ya.

Sejujurnya, saya sendiri tidak mempunyai ekspektasi yang tinggi terhadap tempat rekreasi ini. Tapi, ternyata saya bisa enjoy dan dibandingkan liburan saya ke dufan yang jelas lebih mahal dan sangat crowded, saya prefer ke Kuntum. Apalagi membawa keponakan yang umurnya 5 tahun lebih dapat suasananya. Ponakan saya terlihat sangat excited karena dia bisa memberi makan kelinci secara langsung, rusa, sapi dan hewan lainnya.

Bagi yang suka foto-foto, view-nya lumayan oke kok. Oya, kita bisa panen sendiri lho kalau seandainya mau beli. Yang suka mancing di sana juga disediakan kolam pemancingan ikan yang lumayan besar.

Buat liburan keluarga, menurut saya ini recommended sekali. Tempatnya tidak terlalu ramai, jadi sekedar untuk liburan masih oke. Apalagi harga tiket masuknya masih terbilang murah. Cuma Rp 30.000/orang. Anak diatas 2 tahun wajib membeli tiket.

Alamatnya :

Jl. Raya Tajur No.291, Sindangrasa, Bogor Timur

Kota Bogor, Jawa Barat

Telepon: 0251-8356752

Jam buka : 08.00 – 18.00 WIB

Patokannya, kalau dari arah Jakarta setelah keluar Tol Jagorawi tinggal belok kiri dan lurus saja sampai ketemu plang besar dengan tulisan Kuntum Nurseries di sebelah kiri. Kalau takut kelewat, tanya saja dengan penduduk sekitar bilang mau ke Teras Air. Saya rasa Teras Air lebih dikenal orang daripada Kuntumnya.

Bagi warga Bogor, tinggal naik angkot arah ke puncak dari elos dan minta sama sopirnya diturunkan di Teras Air. Dari Elos sangat dekat mungkin hanya sekitar 10-15 menit.

Notes : Dibandingkan Kebun Raya Bogor, saya lebih recommend ke Kuntum. But, your choice :)
Posted by: caecilia
CS.Com Updated at: May 10, 2016

August 24, 2015

Pasang Kawat Gigi Part 2

Sabtu kemarin saya kembali ke RS Mulia untuk cabut 2 gigi lagi di sebelah kiri. Proses cabut 3 gigi yang lainnya lancar-lancar saja kecuali gigi yang ini. Dilihat dari hasil rontgen, dokternya bilang harus lebih sabar dengan gigi yang ini. Soalnya gigi yang harus dicabut itu berdempetan dengan gigi 5 dan gigi taring dibelakangnya. Jadi, ruang bagi gigi 4 ini buat keluar tidak banyak. Waktu digoyang rasanya sakit karena bergesekan dengan akar gigi yang lain. Si dokternya berkali-kali menenangkan saya, "Maaf ya mbak. Harus sabar soalnya akarnya berdempetan. Ditarik pelan-pelan kok." Dan setelah berhasil ditarik keluar pelan-pelan, rasanya itu LEGA.

Dr. Mia mengingatkan kalau ada keluhan apa-apa untuk segera konsul sama dia sabtu depan sebelum ke dr. Andi. Dia khawatir dengan gigi atas yang berdempetan sama taring itu. Tapi, semoga saja tidak terjadi apa-apa. Saya diberikan resep obat dan alkohol buat kumur-kumur. Semua permasalahan gigi saya sudah tuntas dan sabtu depannya lagi saya sudah janji dengan dr. Andi buat pasang bracketnya.

Nah, tibalah hari di mana saya harus pasang bracketnya. Bisa dibilang pemasangannya lancar-lancar saja. Waktu dipasang sih tidak terasa sakit yang berarti. Penderitaannya dimulai ketika sudah selesai dipasang. Dan sekarang saya merasakan penderitaan orang yang pakai behel. Bukannya mau menakuti kalian ya, tapi ini benar terjadi lho. Seminggu pertama setelah pakai behel itu saya menderita sengsara. Gigi saya ngilu di mana-mana, sariawan parah ditusuk-tusuk kawat, tidak bisa mengunyah karena kalau kena makanan rasanya beuhhh. Tidak bisa saya ungkapkan dengan kata-kata lagi saking sakitnya. Saya hanya bisa makan yang lembek-lembek saja seperti roti. Itupun dicelupkan ke air dulu biar lembek. Bisa makan bubur dan itupun langsung telen. Tidak boleh makan yang keras-keras kalau anjuran dokter. Gimana mau makan yang keras, mau buka mulut saja sakit apalagi makan. Saya salut lho dengan orang yang pakai behel hanya untuk mengikuti trend.

Harus kontrol sebulan sekali. Tapi kata dokter kalau mau 3 minggu sekali lebih bagus karena nanti hasilnya akan lebih cepat juga. Karena saya orangnya tidak sabaran, mungkin saya akan kontrol 3 minggu sekali. Masalahnya sekarang gigi saya sudah dicabut 4 biji. Susah ngomong apalagi kalau nyengir pasti keliatan gigi saya ompong. Sekarang saya fix tidak bisa senyum. Kalau senyum jadinya aneh, LOL.

Semoga masa adaptasi saya bisa cepat. Saya sudah menginvestasikan waktu, biaya dan tenaga untuk behel ini. Saya harap semuanya bisa berjalan dengan lancar dan saya juga berharap hasilnya ada dan tidak mengecewakan. Amin.
Posted by: caecilia
CS.Com Updated at: August 24, 2015

August 3, 2015

Pasang Kawat Gigi / Behel Part 1

Setelah berbulan-bulan menunda keinginan pasang behel, akhirnya sabtu kemarin saya pergi ke dokter ortho di RS. Mulia Bogor dengan dokter Andi. Saya memilih Rumah Sakit karena lebih terjamin. Saya sudah melakukan survey di google dan ternyata lumayan banyak yang merekomendasikan dr. Andi. Dia praktek di Rumah Sakit Marzuki Mahdi, Azra, dan Mulia. Sebenarnya di Marzuki Mahdi itu lebih murah bracketnya karena Rumah Sakit pemerintah. Tapi prakteknya hanya hari kerja saja. Rumah sakitnya nyaman, bersih, ruang tunggunya nyaman dan pasiennya tidak terlalu banyak.

Karena harus ada 4 gigi yang dicabut, pemasangannya akan dilakukan kira-kira 3 minggu lagi setelah permasalahan gigi saya selesai. Sesuai prediksi, saya yakin ada 4 gigi yang harus dicabut dan saya pun bisa menebak dengan tepat gigi mana yang dicabut. Saya bersyukur gigi taring saya yang tumbuh miring ke dalam langit-langit mulut ternyata masih bisa diselamatkan. Posisinya nanti akan dikembalikan ke posisi seharusnya.

Gigi saya dicetak oleh dokter Andi, lalu langsung diantar perawat ke ruang radiologi buat rontgen. Setelah rontgen, saya kembali dicek dokter Andi. Lagi-lagi saya bersyukur karena tidak ada gigi yang harus dibedah. Biasanya gigi bungsu itu suka tumbuh miring-miring dan untuk mengeluarkannya tidak bisa dicabut begitu saja tapi harus dibedah. Setelah dicek hasil rontgennya, saya dipasangkan ring di sela-sela gigi geraham atas dan bawah biar nanti waktu pemasangan behelnya lebih mudah. 

Kenapa gigi saya sampai dicabut 4 biji? Karena mau memberikan space buat gigi taring kiri, jadinya gigi 4 dicabut. Kalau atasnya cabut otomatis gigi 4 dibawahnya dicabut karena harus simetris. Gigi 4 atas bawah di kanan dicabut juga untuk memberikan space gigi yang mau digeser ke kanan.

Lamanya pemakaian behel berkisar antara 18 hingga 24 bulan kata dr. Andi. Tapi tidak menutup kemungkinan bisa lebih cepat atau lebih lama tergantung kasusnya dan juga tergantung seberapa rajin pasien mengontrol giginya.

Nah, yang paling ditunggu-tunggu pasti biaya berapa sih? Tiap orang tuh beda-beda. Di sini, saya hanya memberikan gambaran umum saja. Untuk kasus gigi saya ini akan menggunakan behel konvensional, behel yang umumnya digunakan. Ada beberapa jenis behel. Ada damon, dan sebagainya. Untuk kasus saya yang kata dokternya tidak parah cukup menggunakan yang konvensional. Damon hanya digunakan untuk kasus yang parah giginya dan harganya dua kali lipat.

Rincian Biayanya :

Cetak gigi : RP 150.000,-

Rontgen panoramic dan cephalometri : Rp 300.000,-

Untuk behel : Rp 8.500.000,- (bayar setelah selesai pasang)

Estimasi untuk biaya cabut 4 gigi : Rp 1.600.000,-

Estimasi tambal gigi : Rp 1.200.000,-

Kurang lebih sekitar 12 jutaan.

Mahal ya? Temen saya shock mendengar biayanya. Katanya dengan harga segitu sudah bisa membeli motor, hahaha.

Saya punya prinsip, kalau menginginkan kualitas yang lebih baik, jangan pelit untuk mengeluarkan biayanya. Toh ini untuk diri kita sendiri dan hasilnya bisa dinikmati seumur hidup. Saya rasa harga segitu worth it. Atau mau pilih yang harganya 3 juta. Ada kok. Banyak malah. Tapi, jangan kecewa dengan hasilnya. Jangan pernah mimpi dengan harga murah bisa mendapatkan hasil yang maksimal.

Saya sempat bertanya kepada dokter Andi kenapa banyak di luar sana pemakaian behel hanya berkisar 3 juta dan sebagian besar teman saya juga hanya berkisar tarif tersebut. Dokter Andi kaget. Katanya untuk RSGM UI saja yang kategorinya itu dokter yang masih magang harganya sudah minimal 6 juta. Tidak mungkin harganya bisa lebih murah dari itu. Kalau lebih murah sebaiknya kalian hati-hati. Kualitas kawatnya bisa dipertanggungjawabkan apa tidak? Dan jangan lupa ya, untuk pemasangan kawat gigi hanya dokter yang bergelar spesialis Orthodonti yang boleh melakukan pemasangan behel.
Posted by: caecilia
CS.Com Updated at: August 03, 2015

July 22, 2015

Ganti Dokter

Biar fair, saya akan melanjutkan cerita saya sebelumnya tentang perawatan di Natasha yang artikelnya laris manis itu. Guys, saya sudah stop menggunakan cream Natasha. Why? Karena setelah dua bulan, saya merasa ada tumbuh bulu-bulu halus di wajah saya. Saya worry dan akhirnya memutuskan untuk stop cream Natasha. Saya tidak tahu apakah semuanya mengalami hal yang sama atau hanya saya saja. Entahlah. Yang pasti saya sudah tidak menggunakan cream dari Natasha lagi. Selama saya menggunakan cream dari Natasha jujur saja wajah saya jadi halus dan jerawatnya juga hilang. Bekasnya pun hilang dalam tempo singkat. 

Saya pindah ke dokter kulit di daerah Cikini. Perbedaannya dengan cream Natasha sangat jauh karena setiap kali mengolesi cream dari Natasha, wajah saya terasa perih dan merah-merah. Wajah seperti terbakar walaupun nanti hasilnya bagus tapi harus menderita dulu. Bahan kimianya saya rasa cukup keras. Terbukti bahwa setiap diberikan resep cream pasti dibarengi dengan cream anti iritasi oleh Natasha. Oleh Natasha saya diberikan cream pagi, malam, toner dan sabun. Sama dokter kulit saya hanya sabun wajah warna pink, serum, cream pagi, cream malam dan cream jerawat yang dipakai hanya di malam hari setelah cream malam.

Dan saya terkaget-kaget waktu saya mengolesi cream dari dokter saya itu. Sama sekali tidak ada efek perih dan wajah saya tidak berminyak menggunakan cream itu. Beda waktu saya pakai Natasha yang membuat wajah saya jadi berminyak. Kata dokternya, saya harus mengolesi cream ke seluruh wajah. Padahal di Natasha saya tidak boleh mengolesi ke bagian sensitif seperti kelopak mata, sudut hidung dan sekitar bibir. Setelah saya tanya, kata dokter tidak apa-apa karena tidak ada pengelupasan. Nah, yang saya pakai di Natasha itu saya harus menderita pengelupasan selama beberapa minggu sampai benar-benar halus. 

Sekarang saya lega karena akhirnya menemukan dokter kulit yang cocok dengan saya. Saya tidak mengatakan Natasha jelek. Hasil akhirnya ya sama kok, sama-sama bagus kalau kitanya rajin perawatan. Hanya prosesnya saja yang berbeda dan saya pribadi sih lebih memilih dokter kulit saya yang menurut saya sangat jauh lebih baik dari Natasha.

Berhubung banyak yang minta alamat dokternya, dan saya tidak sempat membalas email satu-persatu, saya share di sini ya buat kalian semua. Semoga bisa bermanfaat. 

Alamat dokter:
Dr. Dani Djuanda, Sp. KK
Jl. Kramat VII No. 32
Cikini, Jakarta Pusat (di belakang RS. Cikini dan enggak jauh dari stasiun cikini).
No. Telp : 021 - 31924517
Jadwal praktek :
Senin s/d sabtu : 08.00 - 09.30 wib
Senin, selasa, kamis, jumat, sabtu : 17.00 - 19.00 wib
Posted by: caecilia
CS.Com Updated at: July 22, 2015

July 3, 2015

Kesetrum Benda Logam

Belakangan ini saya sering mengalami yang namanya kesetrum. Kesetrum yang sering saya alami itu adalah pada saat sedang pegang laptop. Dipinggir-pinggir laptop ada logam yang kalau tidak sengaja tersentuh akan otomatis membuat saya kesetrum. Tadinya saya pikir memang tidak boleh menyentuh bagian tersebut. Jadi saya juga tidak terlalu memusingkannya. Sekarang saya memang lebih berhati-hati dan sebisa mungkin tidak menyentuh bagian logamnya.

Akhir-akhir ini saya semakin sering kesetrum. Waktu pegang kran air di kantor saya bisa kestrum lho. Tapi hanya pada saat menyentuh pertama kali. Kalo disentuh kedua kalinya tidak kestrum lagi. Lagi-lagi saya berpikir positif dengan berpikir bahwa ada yang salah dengan kran airnya. Saya pikir semua teman saya juga mengalami hal demikian dan menganggapnya biasa. Tapi lama-lama saya semakin sering kesetrum. Sehari bisa beberapa kali saya kesetrum kran air yang terbuat dari logam. Yang membuat saya semakin yakin ada something wrong adalah ketika saya kesetrum gagang pintu. Jadi setiap kali saya kesetrum seperti ada bunyi letusan kecil gitu. Saya biasanya reflex teriak “Awwwww!!!” dan membuat semua orang di ruangan kantor melihat saya dengan tatapan aneh. Mungkin mereka pikir, “Kenapa sih lo??!” Hahaha.

Dan pagi ini saya sudah kesetrum dua kali. Pertama pada saat pegang kunci mau membuka lemari ordner tempat simpan file kantor. Terus kedua waktu saya pegang dinding lemarinya. Kadang kalau abis kesetrum saya jadi ketawa sendiri persis seperti orang blo'on -.-! Hari ini saya baru kesetrum dua kali di pagi hari karena saya sangat berhati-hati. Jika tidak hati-hati pasti saya kesetrum sudah tak terhitung banyaknya.

Alhasil, sekarang saya jadi phobia dengan benda logam dan besi :’(. Saya jadi parno dan takut berhubungan dengan benda logam. Padahal tidak mungkin saya bisa menghindari yang namanya logam dan besi. Setiap kali mau memegang kran air saya lapisi tisu. Mau pegang gagang pintu waktu mau tutup pintu kamar mandi jadi takut-takut pegangnya. Saking takutnya saya lapisi tisu juga, LOL. Duh, saya bingung harus bagaimana. Saya merasa jadi serba salah dan sekarang jadi ketakutan sendiri. Tidak mungkin kalau saya harus selalu mengenakan sarung tangan agar tidak kesetrum. Awalnya saya cuek-cuek saja. Sekarang saya ketakutan kalau harus kesetrum terus-terusan. Bahkan, kalau saya secara tidak sengaja bersentuhan dengan temen saya (tergantung orangnya), kadang saya suka kesetrum juga.

Frustasi, saya akhirnya browsing dan menemukan beberapa fakta yang menarik. Ternyata yang mengalami hal seperti ini banyak dan bukan saya saja. Katanya, sebagian besar dari kita pasti pernah mengalami setruman listrik statis, walaupun kadarnya masih kecil. Untungnya, apa yang saya alami ini bukan suatu kelainan. Masih normal dan memang sering terjadi. Untuk bisa kesetrum jika listriknya lebih besar dari 4000 volt. Tapi, tidak menutup kemungkinan ada yang terakumulasi besar seperti kasus-kasus yang ekstrem.

Penyebabnya mungkin salah satu dari beberapa faktor, misalnya pakaian yang kita kenakan. Pakaian yang terbuat dari wol, sutra, bulu, polyester, karet, vinyl, nylon, dan materi sintetis lainnya akan meningkatkan kemungkinan pengumpulan listrik statis. Selain itu, bisa juga dari bahan sepatu yang kita pakai terbuat dari karet atau plastik. Bisa jadi karena ini juga saya suka kesetrum. Saya senang mengenakan sendal karet di kantor. Lantai rumah pun bisa jadi salah penyebabnya lho. Misalnya di rumah dilapisi karpet yang terbuat dari bahan wol, plastik, sintetis bisa menyebabkan listrik statis terkumpul dengan mudah. Kelembaban udara tempat tinggal dan juga konsisi kulit juga harus diperhatikan. Katanya semakin kering udara dan kondisi kulit kita, semakin besar listrik statis yang akan dihasilkan.

Tidak ada salahnya menghindari hal-hal yang dijelaskan di atas. Memang tidak berbahaya secara langsung, tapi jika dekat dengan bahan mudah terbakar bisa jadi berbahaya. Semoga tidak seekstrim itu ya listrik statis di tubuh kita.
Posted by: caecilia
CS.Com Updated at: July 03, 2015

May 27, 2015

Review Gelombang (Supernova #5)

Tokoh utamanya Thomas Alfa Edison, suku batak yang lahir di Sianjur Mula-mula, Medan. Alfa 3 bersaudara dan paling bungsu. Nama abangnya Uthon dan Ethen.

Dimulai dari si Alfa masih SD, sebuah upacara gondang mengubah segalanya bagi Alfa. Makhluk misterius yang disebut Si Jaga Portibi tiba-tiba muncul menghantuinya. Orang-orang sakti berebut menginginkan Alfa menjadi murid mereka. Sejak acara gondang itu, Alfa selalu mengalami mimpi buruk dan tidurnya kini menjadi pertaruhan nyawa. Ia sadar bahwa sesuatu menunggunya di alam mimpi. Karena mimpi mengerikan tersebut, Alfa memilih untuk terjaga setiap malam dan tidak tidur selama 11 tahun! Ia tidur di siang hari antara 10 menit hingga 1 jam paling lama.

Orang tua Alfa mulai mencemaskan Alfa sejak si ompu di desanya yang katanya mau menjadikan Alfa murid, tapi malah berusaha untuk membunuhnya di danau Toba. Sejak itu, orang tua Alfa memutuskan untuk merantau ke Jakarta sebelum Alfa lulus SD dengan uang serba kekurangan dan bertekad agar nasibnya bisa berubah di Jakarta. Nah, di Jakarta malah tidak ada cerita apa-apa. Lanjut beberapa tahun kemudian saat Alfa sudah SMA. Di Jakarta itu hanya bercerita tentang persiapan pergi ke Amerika Serikat. So, Jakarta itu seperti iklan yang hanya numpang lewat. 

Kesempatan untuk pergi ke Amerika itu datang ketika Amang Gultom orang batak yang merantau ke Amerika itu pulang ke Indonesia. Yang diharuskan berangkat oleh bapak Alfa adalah Uthon, yang langsung ditolak oleh Uthon. Begitu juga si Ethen. Dan akhirnya yang berangkat adalah Alfa karena dia yang menawarkan diri. Abang-abangnya juga setuju karena menurut mereka yang pantas berangkat adalah Alfa karena dia yang paling pintar dan Bahasa Inggrisnya juga paling jago. 

Selanjutnya Alfa tinggal di Hoboken bersama Amanguda, orang batak juga dan mau menampung Alfa bersamanya. Alfa kerja part time sambil melanjutkan SMA di New Jersey. Bersama Troy dan Carlos, mereka belajar bersama setiap hari demi mendapatkan beasiswa di Cornell. Lolos sih sudah pasti. Bukan hanya itu, Alfa diterima bukan hanya di Cornell. Tapi di 3 universitas sekaligus dengan beasiswa penuh. Bisa berbicara berbagai bahasa juga sangat-sangat berlebihan. Bahasa Inggrisnya Alfa juga lancar jaya. Dia hanya belajar mengubah aksennya. 

Tidak sampai di situ saja, di Cornell, New York, Alfa mendapat tawaran kerja di Wall Street dari pemiliknya langsung. Dan dalam tempo singkat, dia menjadi orang yang berpengaruh di sana. Dari si Alfa yang tadinya harus hemat mati-matian demi bertahan hidup, sampai akhirnya uang sudah bukan masalah bagi seorang Alfa. Dan yang lebih parahnya lagi, Alfa ini datang ke Amerika sebagai imigran gelap lho. Kok bisa ya? Amerika lho.

Oh iya. Alfa itu ganteng! Bukan cuma pintar akademis saja, tapi di musik dia juga berprestasi. Hellooooo! Tolong jangan buat Alfa seperti manusia super sempurna dong. Hiksssss! Iri kan saya jadinya sama si Alfa ini, LOL.

Semenjak pindah ke Amerika, Alfa pernah one night stand bersama dengan salah satu mahasiswa di Cornell yang gigih sekali mengejar Alfa. Setelah one night stand itu dia ketiduran dua jam dan untuk pertama kalinya dia kembali mimpi buruk lagi setelah 11 tahun. Setelah ketiduran yang hampir membunuh dirinya sendiri, Alfa tidak mau lagi one night stand karena takut ketiduran lagi.

Pada saat ultah Alfa, dia melakukan one night stand lagi berkat Troy dan Carlos memberikan hadiah ke Alfa karena mereka menganggap Alfa melewatkan banyak hal. Tidak menikmati hidup dan terlalu fokus belajar. Nama ceweknya Isthar. Cantik dan Alfa merasa kalau Isthar itu bukan orang asing. Dia yakin Isthar punya ikatan dengannya tapi dia tidak tahu itu apa. Dan kembali Alfa ketiduran selama 4 jam dan mengalami mimpi buruk lagi. Dia pergi ke rumah sakit karena ketakutan dan menganggap ada sesuatu yang salah dengan dirinya. Pihak rumah sakit menganggap tidak ada yang salah dengan Alfa yang keluhannya hanya Imsomnia. Di rumah sakit itulah akhirnya dia bertemu dengan Nicky Evans, dokter yang berperawakan kecil dan suka makan lollipop. 

Nicky merekomendasikan Alfa pergi ke klinik tempat dia bekerja yang dulunya dia juga pernah jadi pasien Imsomnia di klinik tersebut. Di sanalah akhirnya dia mulai berani tidur lagi dibantu oleh Nicky dan dokter Collins si pemilik klinik. Misteri-misteri selama ini mulai terkuak dan akhirnya membawa Alfa ke Tibet untuk mencari jati dirinya yang sebenarnya. Mimpi yang dialami Alfa itu bukan sekedar mimpi. Ada rahasia dibalik semua itu. Alfa sudah bisa mengendalikan mimpinya dan tidak mencelakai dirinya lagi.  

Setelah ke Tibet selesai, dia akan melanjutkan pencarian ke Indonesia. Tapi ceritanya selesai di dalam pesawat. Kelanjutan di Indonesia akan diceritakan di buku selanjutnya. Intelegensi Embun Pagi. 

Alfa yang merantau ke Amerika selama 8 tahun akhirnya pulang kampung. Alfa diceritakan tidak mau pulang kampung. Dia pulang kampung karena sebuah misi yang mengharuskan dia pulang kampung. Dia ingin mencari Bodhi Liong.

Sejujurnya saya tidak suka dengan sosok si Alfa. Terlalu sempurna. Cerita ini agak monoton di awal-awal. Baru mulai menarik ketika Alfa bertemu Nicky Evans dan pencarian jati dirinya baru dimulai dari situ. Jadi, ceritanya seperti baru mulai di tengah buku. 

Hal yang agak mengganggu di buku juga karena banyak dialog Bahasa Inggris yang seharusnya tidak perlu. Walaupun ditulis dalam Bahasa Indonesia, saya juga membayangkan mereka berdialog dalam Bahasa Inggris, kok. Soalnya agak aneh dalam satu kalimat bisa ada dua bahasa campur sekaligus. 

Overall lumayan sih. Lumayanlah membunuh waktu buat membaca buku ini. Kasih bintangnya berapa ya? 3 cukup ya. Good luck buat Dee Lestari. Semoga buku Intelegensi Embun Pagi cepat selesai dan segera terbit. 
Posted by: caecilia
CS.Com Updated at: May 27, 2015

May 11, 2015

Gigi Taring yang Impaksi

Sabtu kemarin saya pergi ke salah satu Rumah Sakit di Bogor. Rencana awalnya saya mau langsung di operasi. Operasi kecil namanya karena gigi yang impaksi tidak bisa langsung dicabut begitu saja. Sebelumnya saya sudah pernah menulis di postingan yang sebelumnya kalau gigi taring saya yang sebelah kiri atas tidak keluar karena tumbuh sebagian ke dalam langit-langit mulut. Dokter yang di Meridien, beliau memprediksi bahwa gigi ini tidak bisa di ortho (kawat gigi/behel) karena tumbuhnya ke langit-langit mulut. Yang biasanya bisa ditarik itu adalah gigi taring yang gingsul yang tumbuhnya di atas gusi. Saya tidak begitu yakin dan akhirnya saya browsing-browsing lagi. Setelah baca, memang katanya tidak semuanya gigi taring itu bisa diselamatkan dengan behel. Kondisi gigi yang horizontal biasanya memang jalan satu-satunya itu harus di operasi.

Setelah browsing sana-sini, saya akhirnya pergi ke dokter spesialis bedah mulut di RS. PMI Bogor. Untuk kasus impaksi gigi ini tidak bisa dikerjakan oleh dokter gigi biasa. Saya pilih RS. PMI karena dekat dengan rumah. Di sana, bisa pilih mau ke Poliklinik Afiat atau Poliklinik Reguler. Yang Afiat lebih mahal tarifnya. Yang Reguler lebih murah. 

Karena untuk biaya operasi gigi ini pastinya mahal bisa jutaan, akhirnya saya pilih yang reguler saja. Poliklinik Afiat letaknya di depan. Tempatnya lebih bersih, nyaman, dan tentunya lebih sepi karena lebih mahal. Saya sempat bingung karena kesulitan menemukan poliklinik reguler. Ternyata letaknya di pojokan. Dan orangnya sangat crowded. Tempat duduk yang disediakan penuh semua hingga yang bediri dan duduk di lantai juga banyak. Kenapa di poliklinik reguler ramai? karena di sini menerima BPJS juga. Yang Afiat tidak. Pantess! Saya sebelumnya juga mempertimbangkan untuk menggunakan BPJS. Tapi, setelah saya baca-baca, pelayanan yang pakai BPJS dengan yang tidak pakai BPJS itu berbeda. Belum lagi kalau pakai BPJS itu harus ke puskesmas dulu, baru minta rujukan ke RS. Terus ditambah lagi prosedurnya yang ribet. Suruh ke sana sini, fotokopi ini itu, dan katanya ngantrinya itu bisa berjam-jam kalau pakai BPJS. Makanya saya memutuskan untuk mengantri pendaftaran dokter di loket 1 (loket umum). Tidak lama karena hanya beberapa orang saja.  Dan ketika saya menoleh ke antrian bpjs, tersedia beberapa loket dan penuh. 

Ketika tiba giliran saya dipanggil, saya diperiksa disuruh tiduran oleh dokternya. Setelah itu kami mengobrol biasa. Dia bertanya apakah saya ada niat mau di ortho? Kalau mau di ortho tidak perlu dicabut. Kalau tidak mau di ortho, harus di operasi kecil. Tidak bisa dicabut begitu saja karena tertanam di langit-langit mulut. Kalau seandainya di ortho, dokternya bilang itu bisa ditarik dan sebagai gantinya gigi lain yang dicabut. Gigi taring itu gigi estetik yang sebaiknya dipertahankan. 

Dari awal saya memang ada keinginan untuk perawatan orthodonthi (behel/kawat gigi). Dokternya juga menyarankan agar gigi saya sebaiknya di ortho, jadi tidak perlu dikorbankan gigi taring ini. Dia menyarankan untuk pergi ke dokter spesialis ortho biar nanti perawatannya bisa maksimal. Dokternya baik, bisa diajak konsultasi, ramah dan tidak seperti dokter yang lain yang maunya buru-buru mengusir pasien keluar. Perawatnya juga ramah. Beda dengan petugas loket yang di depan yang semuanya memasang tampang jutek. 

Oh iya, untuk biaya operasi kecil itu 2,5 juta. Dokternya malah menganjurkan saya untuk daftar BPJS saja biar nanti tidak perlu bayar kalau memang giginya mau di operasi. Tapi harus mengantri operasinya dan dia  memperlihatkan list pasien yang mau operasi gigi. Bisa dapat giliran bulan Juni katanya. 

Setelah konsultasi selesai, saya mendapatkan pencerahan. Memang seharusnya saya itu konsul dulu ke dokter ortho bukannya langsung pergi ke dokter bedah. Yaaa sudahlah. Saya hanya membayar biaya dokter 50 ribu dan biaya daftar 25 ribu. Setelah itu pulanglah saya dengan perasaan lega :))

Posted by: caecilia
CS.Com Updated at: May 11, 2015

Biaya Perawatan Saluran Akar (Saraf)

Guys, di sini saya mau melanjutkan cerita saya tentang Perawatan Saluran Akar Gigi 47 selama 1,5 bulan. 

Total 5 kali kunjungan. 

Kunjungan pertama  dan kedua bisa kalian baca di postingan sebelumnya. Saya tidak akan mencantumkan linknya. 

Kunjungan ketiga : 

Saraf gigi saya sudah dalam kondisi mati. Waktu di bor dan dicolok-colok oleh dokternya sudah tidak terasa sakit sama sekali. Kata dokternya perkembangannya cukup bagus. Karena banyak yang masih suka ngilu ditahap ini. Nah, di sini gigi saya dibersihkan sampai ke akar-akarnya dan dikasih obat. Biayanya 400k. Diminta balik seminggu lagi.

Kunjungan keempat : 

Mengulang proses yang sama seperti kunjungan ketiga. Bedanya yang ini dikasih tambalan sementara yang bentuknya pasta dan diminta balik 2 minggu lagi. Biayanya 350k.

Kunjungan kelima :

Akhirnya gigi saya ditambal permanen dengan bahan tambalan GIC + R. Komposit. Biayanya 500k.

Total biaya perawatan saluran akar gigi geraham saya (gigi 47) ini menghabiskan biaya sebesar Rp 1.650.000,- untuk 1 gigi selama 5 kali kunjungan dengan total waktu 1,5 bulan.

Selain gigi 47, saya juga tambal permanen gigi 26 yang bisa langsung dikerjakan dalam 1 kali kunjungan karena bolongnya kecil. Biayanya 400k. 

So, biaya yang saya habiskan untuk perawatan gigi di Meridien Dental Clinic sebesar Rp 2.050.000,- Nyesek yah. Ini belum sama yang saya berobat di RSGM UI dan juga RS. PMI. 

Secara keseluruhan, saya puas sih dengan pelayanan di sini. Mbak-mbaknya semuanya ramah, dokternya juga baik. Tempatnya nyaman, bersih. Bisa buat perjanjian dan nanti juga diingatkan oleh mbaknya di hari H. Tidak perlu mengantri lama karena kita masuk sesuai jam yang kita jadwalkan sebelumnya. Kalaupun harus menunggu paling sebentar saja. Yang membuat saya keberatan hanya satu. MAHAL. Tapi harga berbanding lurus dengan pelayanannya. 

Oh iya, biaya ini jangan dijadikan patokan ya. Setiap kilnik, RS, atau bahkan di tempat praktek pribadi yang di rumah juga harganya pasti beda-beda. Semakin bagus kualitasnya akan semakin mahal tentunya. 

Kalau mau murah, saran saya pergi ke RSGM UI yang di Salemba. Tapi harus sabar karena ini yang mengerjakan mahasiswa UI dan hanya hari kerja saja. Terus kalau mau murah dan kualitas masih bisa dipertanggungjawabkan pergi ke RS Pemerintah. Tapi jangan heran kalau petugasnya agak jutek dan mengantrinya lama. Semakin murah semakin ramai yang pergi, right? 
Posted by: caecilia
CS.Com Updated at: May 11, 2015

April 17, 2015

Pengalaman Apply Credit Card ANZ Platinum

Saya mau berbagi cerita tentang kegalauan saya mengenai kartu kredit ANZ yang dikirim ke saya hari rabu kemarin. Padahal, saya itu sudah tidak mau mempunyai kartu kredit lagi. Cukup dari BCA saja dan itu sudah lebih dari cukup. Selama ini, setiap kali saya ditelp dan ditawarkan oleh marketing untuk apply kartu kredit selalu saya tolak. Alasannya karena saya tidak terlalu membutuhkan.

Kira-kira dua minggu yang lalu, sekitar jam 9 malam saya dicegat oleh seorang marketing perempuan waktu saya pulang dari Teras Kota. Ia menawarkan kartu kredit ANZ Platinum dengan limit dua kali lipat dari kartu kredit yang saya punya sekarang. Dia hanya bertanya apakah saya sudah memiliki kartu kredit dan dari bank mana. Saya sebenarnya mau langsung kabur tapi mbaknya malah menjelaskan promo ini itu. Akhirnya saya apply termakan iklan. 

Sebelum dia mulai menulis di formulir, dia bertanya lagi ke saya kalau kartu kredit saya itu kartu utama apa bukan. Berkali-kali dia menanyakannya seperti tidak yakin. “Ini bukan kartu tambahan, kan? Kartu utama, kan?” Ya amplop. Saya sungguh tersinggung dan kesal dengan mbaknya. Kalau merasa saya tidak meyakinkan kenapa harus mencegat saya.

Terus dia pinjam CC BCA saya dan saya ambil yang Visa Batman. Setelah dilihat sekilas, dia bilang CC saya ini baru beberapa bulan. Padahal saya menggunakan CC sudah 1,5 tahun. Akhirnya saya ambil BCA Card dan setelah diteliti sama mbaknya, akhirnya dia minta maaf katanya yang di Visa tidak kelihatan jelas masa validnya. Padahal terlihat jelas menurut penglihatan saya. Entah dia yang matanya tidak beres, atau curiga saya bohong.

Dia bilang, “Maaf ya mbak, soalnya saya pikir mbak anak kuliahan.” Memang saya tidak aneh kalau dia mengira saya anak kuliahan. Saya baru selesai nge-gym, pakai celana pendek, kaos dan sandal jepit. Persis seperti anak kuliahan yang habis nongkrong. Dan saat itu ada satu cowok (koko ganteng) yang lagi apply juga. Penampilannya jomplang dibandingkan dengan saya. Masih pakai pakaian kantor, kemeja, celana bahan, sepatu, dan rapi. Lancar jaya tuh si koko apply nya dan tidak dicurigai oleh marketingnya. Saya sempat mendengar waktu ditanya gaji, si koko jawabnya 30 juta. Wow.

Yaahhh memang sih kalau penampilan itu menentukan bagaimana orang memandang kita. Pakai gembel sedikit langsung dikira bokek. Padahal, belum tentu orang yang penampilan yang dari ujung kaki sampai ujung rambut mewah memang beneran tajir. Tapi memang itulah kenyataannya. Penampilan mencerminkan bagaimana orang memandang kita. Terutama yang belum kenal dan baru pertama kali bertemu.

Setelah apply saya jadi kepikiran dan agak menyesal. Jadi saya niatkan kalau analisnya telpon, saya akan minta aplikasi saya tidak perlu diproses. But, kalian tahu apa yang terjadi? 

Beberapa hari kemudian, ada yang nelp ke kantor dan yang terima operator. Ketika disambungkan ke saya yang katanya dari bank ANZ, belum sempat say halo sambungannya sudah diputuskan. Beberapa jam kemudian, atasan saya telp saya dan menanyakan apakah saya mengajukan CC. Kata atasan saya, pihak analisnya datang ke kantor saya dan minta bertemu dengan beliau. Saya kaget. Atasan saya bilang tadi dia sedang sibuk jadi disuruh tunggu sebentar. Ketika atasan saya turun, orangnya sudah pergi.

Waktu saya apply di BCA tidak sampai datang ke kantor lho. Apa karena saya apply nya yang platinum ya jadinya dia survey lokasi. Bukannya berharap diterima, saya malah berdoa agar aplikasi saya ditolak.

Dan ternyata 3 hari kemudian, datanglah kartu kredit ANZ ke kantor saya. Proses yang sangat cepat. Saya heran dengan pihak analisnya yang tidak meminta konfirmasi data sama sekali ke saya. Tidak menelpon kakak saya juga. Dia hanya datang ke kantor, bilang mau ketemu atasan saya, terus langsung kabur, dan kemudian langsung datang kartunya. Luar biasa!

CC yang saya terima itu bukan platinum tapi yang titanium dengan limit dua kali lipat dari limit CC BCA saya. Waktu saya nelp call center buat aktifkan kartunya, katanya yang disetujui memang titanium untuk saat ini. Kalau recordnya bagus selama 6 bulan, akan di upgrade ke platinum. Bukan masalah jenis kartunya apa, tapi saya heran mereka bisa sesuka hati memberikan kartu lain tanpa tanya ke saya dulu. Biaya iuran tahunan CC titanium 300 ribu hampir sama seperti BCA gold. 125 ribu masing-masing kartu. Karena saya ada dua kartu jadi 250 ribu pertahun. Untungnya, tahun pertama dan tahun kedua CC BCA saya free iuran karena pemakaian dan pembayaran lancar.

Saya iseng bertanya apakah kartu kreditnya gratis iuran untuk satu tahun pertama. Si mbak call center malah balik bertanya waktu ditawarkan oleh marketingnya bagaimana. Lhaaa, saya jawab saja sesuka hati saya, “Kata marketingnya digratiskan untuk satu tahun pertama.” Terus si mbaknya bilang begini, “Oh, iya. Memang sekarang lagi ada promo gratis iuran untuk tahun pertama.” Kalau seandainya saya bilang tidak gratis mungkin saya akan diminta bayar. Saya bingung dengan sistem mereka itu seperti apa. Padahal si marketingnya bilang gratis kalau seandainya dalam 1 bulan pertama belanja 700 ribu baru digratiskan iurannya. Tapi mungkin itu untuk platinum kali ya. Kalau untuk titanium mungkin gratis. Entahlah.
Posted by: caecilia
CS.Com Updated at: April 17, 2015
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...